Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Velicha Elenagaretha Ami Kaji Mitigasi Kebencanaan dalam Tata Ruang di Kampung Takpala, Alor, NTT

Icha (22), mahasiswa Unika, juara 1 Kompetisi Karya Tulis Tingkat Nasional.

Penulis: amanda rizqyana | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Amanda Rizqyana
Velicha Elenagaretha Ami atau akrab disapa Icha (22), mahasiswa Program Studi (Prodi) Arsitektur Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang bercerita berhasil meraih juara 1 Kompetisi Karya Tulis Tingkat Nasional yang diadakan oleh Yayasan Profesor Gunawan Tjahjono pada Tribun Jateng pada Kamis (29/9/2022) di Ruang Rapat Lantai 5 Gedung Hendricus Constant Kampus Unika Bendan Dhuwur, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang. 

Ia berhasil meraih juara 1 atas karya tulis dan penelitian yang ia lakukan selama 3 bulan di Kabupaten Alor.

Lebih lanjut, Icha mengkaji bahwa struktur tata ruang di Kampung Takpala dibagi dalam beberapa bagian, yakni misba, mesang atau ruang terbuka publik, rumah kolwate, rumah kanurwate, rumah lopo, dan rumah gudang.

Misba merupan pusat aktivitas masyarakat Suku Abui atau suku yang tinggal di Kampung Takpala berupa susunan batuan andesit yang berfungsi sebagai area persembahan dan upacara adat.

Sedangkan mesang merupakan area terbuka di sekitar rumah kolwate atau kanurwate dan digunakan sebagai sarana berkumpul dan komunikasi antarmasyarakat.

Rumah kolwate merupakan rumah yang digunakan untuk menyimpan alat upacara adat yang bisa dimasuki oleh masyarakat Kampung Takpala

Rumah kanurwate merupakan rumah dewa atau tidak boleh dimasuki sembarang orang dan bangunan untuk menyimpan perisai, moko atau alat bebunyian zaman dahulu sebelum genderang dan juga dipakai sebagai mas kawin atau pelengkap upacara kebesaran.

Lopo merupakan rumah khas Suku Abui dan berfungsi sebagai hunian pertama.

Rumah gudang merupakan tempat menerima tamu, memasak, dan melaksanakan acara adat.

Sementara itu, Sekretaris Prodi Arsitektur, Gustav Anandhita, S.T., M.T., menyatakan pihaknya selalu mendorong mahasiswa untuk mengikuti kompetisi.

Ia meyakini mahasiswa yang mengikuti kompetisi akan lebih mudah dalam menapakkan nama selepas menyandang gelar sarjana.

"Para arsitektur besar tak hanya memiliki keahlian secara teori namun juga menjadi perbincangan dan mudah dikenali karena mengikuti kompetisi," tuturnya.

Untuk itu ia berharap agar mahasiswa bisa memanfaatkan kesempatan untuk bertarung dan menguji gagasan dalam kompetisi.

Pihaknya bahkan secara khusus menyiapkan tim untuk mendampingi dan mendorong mahasiswa mengikuti kompetisi. (*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved