Berita Ekonomi Bisnis

Harga Telur Ayam di Pasar Bandarjo Ungaran, Pedagang: Tiga Hari Ini Sudah Rp 22 Ribu

Jumlah pelanggan Pasar Bandarjo Ungaran rata-rata masih dan dia bisa menjual telur ayam sebanyak 50 kilogram sampai 100 kilogram per hari. 

Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV PRADANA
Suasana di Pasar Bandarjo Ungaran, Kabupaten Semarang, Minggu (2/10/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Harga telur ayam di Kabupaten Semarang, terutama di Ungaran Barat terpantau mengalami penurunan.

Dari penelusuran Tribunjateng.com di Pasar Bandarjo Ungaran, Minggu (2/10/2022), rata-rata telur ayam per kilogram kini dihargai Rp 22 ribu.

Hal itu diungkapkan oleh seorang pedagang sembako Pasar Bandarjo Ungaran, Ninik (55).

Baca juga: Cerita Trio Goweser Seusai Temui Ganjar Pranowo di Semarang, Bersepeda Promosikan Ironman 70.3

Baca juga: Warga Mengira Acara Dihentikan Karena Hujan, Isi Gunungan Dijarah, Merti Desa Muncar Semarang

“Sudah tiga hari ini jadi Rp 22 ribu, sebelumnya Rp 26 ribu per kilogram,” ujarnya kepada Tribunjateng.com, Minggu (2/10/2022).

Dia menuturkan, menurunnya harga telur ayam di kiosnya lantaran dari peternak sudah turun, sekira Rp 20 ribu per kilogram.

Sementara itu, pedagang lain, Yuni (28) juga memberi harga dagangannya dengan nilai yang sama dengan kios milik Ninik.

Dengan adanya penurunan harga itu, lanjut Ninik, tidak ada perubahan jumlah pembeli di tempatnya.

Dia mengatakan bahwa jumlah pelanggannya rata-rata masih dan dia bisa menjual telur ayam sebanyak 50 kilogram sampai 100 kilogram per hari. 

Sementara itu, dari keterangan para pedagang telur ayam di Pasar Bandarjo Ungaran terpantau sangat mencukupi.

Untuk harga bahan pangan lain, misalnya daging ayam juga mengalami penurunan harga.

Dia menyebut, harga daging ayam dagangannya mencapai angka Rp 30 ribu dari yang sebelumnya seharga Rp 34 ribu pada beberapa hari lalu.

Komariyah (60), pedagang ayam potong di pasar itu juga mengatakan sudah empat hari terakhir harga ayam mencapai angka Rp 30 ribu per kilogram dari yang sebelumnya Rp 33 ribu.

Baca juga: Perum Grand Panorama 3 Semarang Mulai Dibangun, Sasar Segmen Menengah, Harga Mulai Rp 500 Juta

Baca juga: Lepas Rombongan Pesepeda Batik, Hendi: Ceritakan ke Saudara Kalau Kota Semarang Itu Indah 

“Meskipun begitu, tetap sulit."

"Omzetnya menurun, biasanya satu hari bisa terjual 200 kilogram, sekarang hanya setengahnya."

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved