Kerusuhan Suporter di Malang
Panpel Arema FC: Manajemen Bertanggungjawab untuk Korban Meninggal dan Luka
Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris menyampaikan permintaan maaf atas insiden Arema vs Pesersebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/
129 orang meninggal dalam tragedi Arema vs Persebaya.
"Turut berduka cita, semoga keluarga yang ditinggal diberi ketabahan. Semoga para korban dimaafkan segala kesalahan," terangnya.
Tim DVI Mabes Polri Diterjunkan
Tim Disaster Victim Investigation (DVI) Mabes Polri diturunkan untuk melakukan identifikasi korban tewas terkait tragedi Stadion Kanjuruhan Malang.
Tim DVI Mabes Polri akan bekerjasama dengan tim DVI Polda Jatim serta rumah sakit setempat dalam proses identifikasi.
Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Nurul Azizah mengatakan, tim DVI Mabes Polri dikerahkan untuk melakukan koordinasi dengan tim DVI Polda Jatim dalam melakukan identifikasi korban jiwa.
"Saat ini Mabes Polri menurunkan tim DVI ke malang untuk berkoordinasi dengan tim DVI Polda Jatim dan RS setempat guna mempercepat terlaksanannya identifikasi korban," ujar Nurul kepada awak media, Minggu (2/10/2022).
Nurul juga menjelaskan, fokus penanganan Mabes Polri saat ini adalah melakukan identifikasi korban.
"Saat ini bahwa fokus polri saat ini adalah melakukan identifikasi korban," papar dia.
"Dan memberikan pertolongan medis kepada para korban yang saat ini masih dirawat di RS," sambung Nurul.
Nurul mengatakan akan memberikan informasi terbaru jika sudah ada tindakan lain yang dilakukan Polri.
Kronologi peristiwa kerusuhan suporter di Malang
Tragedi Stadion Kanjuruhan menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit.
Sebelumnya, sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal dunia dan ratusan lainnya dirawat di rumah sakit (RS).
Stadion Kanjuruhan menjadi tuan rumah laga pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10/2022).