Breaking News:

Berita Tegal

Lelang Aset Nasabah, Bank Pelat Merah di Tegal Digugat Rp 1,2 Miliar

BRI Cabang Tegal digugat dengan nilai mencapai Rp 1,2 miliar karena melelang aset rumah nasabahnya yang dijadikan jaminan hutang.

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: olies
Tribunjateng/Fajar Bachruddin Achmad
Sidang perdana gugatan nasabah sekaligus pengusaha briket arang kelapa kepada tergugat BRI Cabang Tegal di Pengadilan Negeri Kelas I A Tegal, Senin (3/10/2022). 

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL- BRI Cabang Tegal digugat karena melelang aset rumah nasabahnya yang dijadikan jaminan hutang.  Gugatan dilayangkan karena hutang nasabah berinisial TA (34) itu belum memasuki jatuh tempo tetapi jaminan sudah dilelang.

TA merupakan pengusaha briket arang kelapa di Kota Tegal. Dalam gugatannya, TA meminta pertanggungjawaban BRI selaku tergugat untuk membayar kerugian imaterill sebesar Rp 1,2 miliar. Turut tergugat dalam persidangan tersebut Kantor Bank Indonesia Tegal.

Kasus tersebut saat ini memasuki sidang pertama di Pengadilan Negeri Kelas I A Tegal, Senin (3/10/2022).

Baca juga: Arema FC dan Aremania Adalah Keluarga, Pemain Tabur Bunga di Stadion Kanjuruhan Malang

Baca juga: Janji Bos Arema FC Kepada Korban Tragedi Kanjuruhan Malang, Tiga Tim Bergerak Mulai Besok Pagi

Baca juga: Hati Javier Roca Remuk Melihat Suporter Meninggal Dipelukan Pemain Arema: Saya Hancur Secara Mental

Kuasa hukum penggugat, Satiman mengatakan, kliennya sebagai nasabah semula berhutang dengan waktu jatuh tempo, pada 2018 -  Desember 2023. 

Bahkan setelah adanya kebijakan relaksasi kredit dari pemerintah pusat, jatuh tempo hutang kliennya mundur, hingga 31 Agustus 2024. Tetapi masih di tahun 2022, BRI Cabang Tegal sudah melelang aset rumah kliennya ke KPKNL.

Ia menilai, pelelangan yang dilakukan tergugat merupakan perbuatan melawan hukum. 

"Padahal sudah di-addendum oleh bank jatuh temponya sampai 31 Agustus 2024. Tapi ini sudah dilelang, ini sangat kami sesalkan," kata Satiman didampingi asistennya Prasetyo Budi, kepada tribunjateng.com.

Satiman menjelaskan, kliennya memang sempat menunggak pembayaran karena dampak pandemi Covid-19. Tetapi di dalam kontrak perjanjian hutang, tidak ada kesepakatan untuk melelang jaminan.

Ia mengatakan, kliennya juga selalu kooperatif selama menanggung hutang. Bahkan sempat mengajukan permohonan restrukturisasi kredit tetapi ditolak pada awal 2020.

"Dalam perjanjian itu tidak ada namanya lelang melelang. Hanya untuk pembayaran tiap tahun sebesar 11,86 persen dari jumlah hutang Rp 425 juta," ungkapnya. 

Satiman mengatakan, aset penggugat yang menjadi jaminan adalah sertifikat hak milik tanah senilai Rp 1,2 miliar. Aset tersebut masih ada dan belum laku terjual walaupun sudah dilelang. Akibat pelelangan ini kliennya menderita kerugian imateriil dan merasa sangat malu. 

Menurutnya ada beberapa tuntutan yang disampaikan untuk tergugat BRI Cabang Tegal. Tergugat untuk memberikan keringanan dengan menghilangkan bunga dan hanya membayar pokok hutang dengan tempo 60 bulan.

"Karena kami dirugikan, tergugat untuk membayar dari pada kerugian imateriil sebesar Rp 1,2 miliar. Dan untuk membayar biaya perkara yang timbul di perkara ini," jelasnya. 

Perwakilan BRI Cabang Tegal, Widi mengatakan, gugatan tersebut adalah hak dari nasabah.  Menurutnya, BRI Cabang Tegal melakukan pelelangan karena ada sesuatu yang tidak terselesaikan. 

"Ya, karena ada suatu hal yang tidak terselesaikan, itu saja," kata Widi, usai mengikuti persidangan. 

Widi mengatakan, pihaknya pun sudah memberikan penjelasan terkait hal itu saat mediasi. Tetapi gagal karena pihak penggugat tidak sepakat. 

"Kita sudah jelaskan pada waktu mediasi. Tetapi mediasi mediasi gagal karena pihak debitur atau penggugat gak sepakat," ungkapnya. (fba)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved