Kamis, 21 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kerusuhan Suporter di Malang

Pelajaran yang Diambil Suporter PSIS Semarang Panser Biru dari Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang

Duka tragedi di Stadion Kanjuruhan turut dirasakan elemen suporter lainnya. Tak terkecuali suporter PSIS Semarang Panser Biru.

Tayang:
Tribun Jateng/ Franciskus Ariel
Aksi solidaritas Panser Biru di Stadion Jatidiri 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Duka tragedi di Stadion Kanjuruhan turut dirasakan elemen suporter lainnya.

Tak terkecuali suporter PSIS Semarang Panser Biru.

Bahkan Panser Biru juga menggelar kegiatan doa bersama dan juga penyalaan seribu lilin sebagai wujud empati terhadap kejadian di Malang.

Baca juga: Nasib Eka Wanita di Kudus Gagal Umroh Karena Jadi Korban Arisan Bodong Rp 67 Juta Raib

Baca juga: Keripik Singkong Milik Furoah warga Kota Pekalongan ini Masuk di 21 Toko Alfamart

Baca juga: Polres Karanganyar Gelar Operasi Zebra Candi 2022, Penindakan Gunakan ETLE dan Konvensional

Salah satu pentolan panser Biru, Ferry Opel menyebut, salah satu yang menjadi pembelajaran dari insiden ini yakni memastikan jumlah penonton sesuai dengan kapasitas stadion.

Beredar di media sosial, dikabarkan jumlah penonton yang hadir dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan ini diduga melebihi kapasitas.

"Menurut saya evaluasi ke depan aspek-aspek pengamanan harus ditingkatkan, misalnya untuk kapasitas stadion, jumlah tiket harus sesuai kapasitas," ungkap Opel kepada tribunjateng.com, Senin (3/10/2022).

"Panpel yang ingin meraup untung banyak kemudian seolah-olah dipaksakan stadionnya hingga penontonnya berjubel. Harapannya semoga kejadian di Malang tidak terulang lagi. Ini yang pertama dan terakhir di persepakbolaan Indonesia," katanya.

Imbas dari kejadian di Malang membuat kompetisi Liga 1 2022/2023 sementara dihentikan.

Opel menilai, penundaan sementara kompetisi sudah tepat dilakukan untuk menghormati para korban tragedi.

Seandainya penundaan kompetisi diperpanjang untuk keperluan investigasi lebih lanjut, Opel menyebut tidak mempermasalahkan.

"Kalau diperpanjang yang tujuannya untuk investigasi untuk kasus kerusuhan di Malang tidak masalah kalau menurut saya. Ya artinya semoga ada solusinya, karena ini kejadian yang sangat luar biasa," kata Opel.

"Bagaimanapun juga tidak ada sepakbola yang sebanding dengan nyawa," jelasnya.

Kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan terjadi beberapa saat usai peluit panjang laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya dibunyikan.

Arema FC yang berstatus tuan rumah kalah dalam laga ini dengan skor 2-3.

Duel Arema kontra Persebaya merupakan satu di antara sejumlah laga yang bertitel 'Duel Bimatch' di Liga 1.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved