Berita Karanganyar

Bupati Karanganyar : Bansos Sapu Jagat Hanya Untuk Warga Yang Belum Terima Bantuan Pemerintah

Bansos pengendalian inflasi atau bantuan langsung tunai (BLT) Sapu Jagat hanya diperuntukan bagi warga yang belum menerima bantuan dari pemerintah.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: olies
Tribun Jateng/Agus Iswadi
Bupati Karanganyar Juliyatmono 

TRIBUNJATENG, KARANGANYAR - Bupati Karanganyar, Juliyatmono menegaskan bantuan sosial (Bansos) pengendalian inflasi atau bantuan langsung tunai (BLT) sapu jagat hanya diperuntukan bagi warga yang belum menerima bantuan dari pemerintah, baik pusat, provinsi maupun kabupaten. Jika ada yang sudah terdata tapi telah menerima bantuan pemerintah maka harus dikeluarkan dari daftar penerima BLT sapu jagat

Menurut Juliyatmono saat ini jajarannya menyiapkan data terkait bansos sapu jagat. Data yang dikumpulkan oleh dinas terkait seperti Disdagnakerkop UKM dan Dishub Karanganyar itu akan akan diverifikasi oleh jajaran Dinas Sosial Karanganyar.

"Apakah yang bersangkutan masuk DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) atau tidak? Apakah yang bersangkutan sudah memperoleh bantuan dari sumber lain itu yang diverifikasi," katanya kepada Tribunjateng.com, Rabu (5/10/2022).

Hal tersebut dilakukan supaya bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih. Oleh karena itu apabila masyarakat yang terdata tapi telah menerima bantuan harus dikeluarkan dari daftar penerima BLT sapu jagat. 

"Harapan kita pemberian (BLT) itu yang belum pernah tersentuh bantuan dari mana pun," jelasnya.

Sebelumnya, Pemkab Karanganyar mengalokasikan bantuan sebesar Rp 4,7 miliar atau 2 persen dari Dana Transfer Umum (DTU) untuk bantuan sosial dalam rangka pengendalian inflasi.

Disdagnakerkop UKM dan Dishub Karanganyar telah melakukan pendataan terkait bantuan sosial dalam rangka pengendalian inflasi. Pihak Disdagnakerkop UKM Karanganyar telah mendata sejumlah pedagang pasar dan PKL.

Tercatat ada sekitar 1.000-an orang. Sementara itu Dishub Karanganyar juga telah mendata sejumlah sopir angkutan dan tukang ojek. Tercatat ada 1.400 orang. (Ais).

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved