Fokus

FOKUS: Sepakbola Keledai

Jika ada diksi lain dengan makna serupa, semisal kegaduhan, amuk, bentrok atau huru-hara, sudah bisa disematkan ke olahraga paling populer ini. Terkhu

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: m nur huda
tribunjateng/cetak/grafis bram kusuma
Abduh Imanulhaq atau Aim wartawan Tribun Jateng 

Suporter yang mendukung timnya melawat ke kandang tim lain, makin biasa bentrok atau ribut dengan orang yang tidak berkepentingan. Mereka adalah warga di daerah yang dilewati dalam perjalanan itu.

Kita tentu berharap korban Tragedi Kanjuruhan adalah yang terakhir di dunia sepakbola nasional. Tidak ada lagi korban-korban lain yang berjatuhan.

Hukuman berat harus dijatuhkan kepada pihak yang bersalah, siapa pun mereka. Supaya menjadi pelajaran penting bahwa semua kesalahan bakal mendapat hukuman setimpal.

Kita juga berharap-harap cemas menanti sanksi yang mungkin dijatuhkan badan sepakbola dunia FIFA. Bukan tak mungkin hukuman itu sangat keras.

Satu yang menjadi pertanyaan, apakah insiden berikut sanksinya itu bisa membuat situasi balbalan nasional kondusif? Ataukah hanya ditanggapi secara reaktif sebelum kemudian semua pemangku kepentingan melupakannya?

Kemuliaan klub atau kompetisi tak sebanding dengan satu nyawa yang melayang. Apalagi jika harus ditebus dengan ratusan jiwa. Semoga publik sepakbola Indonesia bukan keledai. (*/tribun jateng cetak)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved