Kisah Aminah saat Mengandung Rasulullah Muhammad hingga Sejarah Maulid Nabi
Umat Islam tengah merayakan hari kelahiran atau Maulid Nabi Muhammad SAW. Bahkan sewaktu di kandungan, Ibu Muhammad SAW, Siti Aminah mengaku kerap di
Penulis: Ardianti WS | Editor: galih permadi
Ketika masyarakat membicarakan mengenai Maulid Nabi, berarti itu mengenai perayaan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Didalam tradisi Jawa pun juga terdapat tradisi yang bernama 'Mulud'an yang memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal.
"Secara substansial Maulid Nabi Muhammad SAW ini sebagai bentuk penghormatan dan kegembiraan, serta upaya mengenal keteladanan Rasullalah SAW sebagai pembawa ajaran Islam, sebagaimana tercantum di dalam Surat Al Ahzab 21" kata dosen UIN Saizu Purwokerto, Mawi Khusni Albar, dikutip dari channel YouTube Tribunnews.com.
Surat Al Ahzab 21 yang berbunyi: Laqad kana lakum fī rasụlillāhi uswatun ḥasanatul limang kāna yarjullāha wal-yaumal-ākhira wa żakarallāha kaṡīrā.
Yang memiliki arti, Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
Kemuliaan akhlak Nabi Muhammad SAW juga diakui dan dipuji oleh non muslim.
Sehingga Nabi Muhammad SAW mendapat gelar Al Amin yang artinya 'orang yang jujur'.
Mawi Khusni juga mengatakan jika ada beberapa versi sejarah mengenai Maulid Nabi.
Ada yang berpendapat, Maulid Nabi Muhammad SAW ini pertama kali muncul pada jaman Salahuddin al-Ayyubi.
Salahuddin al-Ayyubi menganjurkan umatnya untuk memperingati Maulid Nabi guna membangkitkan semangat jihad kaum muslim.
Saat itu Salahuddin al-Ayyubi dan kaum muslin dalam keadaan berperang melawan tentara salib.
Namun, pendapat tersebut menuai pro kontra.
"Ada sebagian kalangan yang menolak jika Salahuddin al-Ayyubi sebagai pelopor Maulid Nabi, karena tidak ditemukan dalam catatan sejarah", imbuh Mawi Khusni.
Selain itu, dalam kitab karya Jalaluddin as-Suyuthi tertulis bahwa pertama kali yang melakukan Maulid Nabi itu Raja Al Muzhaffar.
Raja Al Muzhaffar merupakan penguasa wilayah Irbil (sekarang Irak).
Al Muzhaffar dikenal sebagai raja pemberani, pahlawan, dermawan, dan raja yang sangat adil.
Terdapat juga pendapat lain, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW diadakan oleh Al Muiz Lidinillah.
Al Muiz Lidinillah merupakan Khalifah Fatimiyah yang berasal dari Mesir dengan Mazhab Syiah.
Kemudian dari Mazhab Sunni, pertama kali yang mengadakan Maulid Nabi yaitu Syamsud Daulah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-sholawat-ya-rasulullah.jpg)