Tragedi Kanjuruhan Malang

Yohanes Kisahkan Momen Saat Ia Memohon ke Polisi Jangan Tembak Gas Air Mata, Ia Dipukul dan Dibentak

Sosok Yohanes Prasetyo viral setelah video dirinya mendatangi polisi, beredar di media sosial

Editor: muslimah
tangkap layar video
Suasana Stadion Kanjuruhan - Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya tersebut, dikatakan Mahfud MD, umumnya korban meninggal karena desak-desakan, saling himpit, terinjak-injak, dan sesak nafas. 

TRIBUNJATENG.COM - Sosok Yohanes Prasetyo viral setelah video dirinya mendatangi polisi, beredar di media sosial.

Saat itu, di tengah kecamuk suasana di Stadion Kanjuruhan Malang, ia memberanikan diri turun dari tribun mendekati polisi.

Ia meminta agar gas air mata jangan ditembakkan ke tribun karena banyak anak kecil.

Namun balasan yang diperoleh justru beberapa pukulan dan bentakan

Baca juga: 12 Orang Jadi Korban Gigitan Anjing Liar, Dilarikan ke Puskesmas dengan Luka di Sekujur Tubuh

Baca juga: 2 Perwira Perintahkan 11 Polisi Tembakkan Gas Air Mata dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Berikut cerita lengkap Yohanes

Yohanes mengaku sebenarnya tidak berinisiatif untuk turun ke lapangan dan meminta polisi berhenti menembakkan gas air mata ke arah tribun.

Ia mengatakan saat pertandingan selesai, ingin langsung pulang untuk bekerja.

"Saya sebenarnya nggak ada inisiatif untuk turun ke lapangan, saya ini mau pulang. Saya mau kerja setelah pulang lihat Arema," ujarnya dalam program Narasi yang ditayangkan di YouTube Najwa Shihab, Kamis (6/10/2022).

Lalu ketika dia ingin menuju ke pintu gerbang stadion, Yohanes mengatakan mendengar suara tembakan gas air mata ke arah tribun 6 dan tribun 7 Stadion Kanjuruhan.

Setelah mendengar suara tembakan itu, dirinya pun bergegas untuk keluar dari stadion.

Namun, saat ingin keluar dari stadion, Yohanes justru terkena tembakan gas air mata.

"Setelah itu ternyata saya terkena gas air mata. Yang saya rasakan mata perih. Saya tidak bisa buka mata saya.

Saya cuma mendengar saudara saya Aremania minta tolong. Anak kecil minta tolong, suara ibu-ibu minta tolong," cerita Yohanes.

Saat mendengar jeritan minta tolong tersebut, Yohanes pun berinisiatif untuk turun ke tengah lapangan dan memohon kepada polisi agar tidak menembakkan gas air mata ke arah tribun.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved