Tragedi Kanjuruhan Malang

FAKTA Terbaru Tragedi Kanjuruhan Malang, Pintu Stadion Mirip Penjara, Sempit dan Bersekat-sekat

Berdasarkan analisis TGIPF melalui foto, pintu Stadion Kanjuruhan Malang yang dilewati penonton dari tribune menuju pintu keluar terbilang curam.

Editor: deni setiawan
KOMPAS.com/SUCI RAHAYU
Gate 13 Stadion Kanjuruhan Malang. Saksi bisu tragedi yang terjadi pada pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 seusai pertandingan bertajuk Derbi Jawa Timur, Arema FC Vs Persebaya Surabaya. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Fakta terbaru diungkap tim gabungan independen pencari fakta atas Tragedi Kanjuruhan Malang yang menyebabnya tewasnya sekitar 131 orang dan ratusan lain terluka.

Berdasarkan hasil analisis melalui foto dan studi lapangan secara langsung, disebut akses masuk keluar Stadion Kanjuruhan Malang mirip penjara.

Pernyataan itu secara tegas diungkap Rhenald Kasali selaku anggota TGIPF Tragedi Kanjuruhan Malang.

Tak ubahnya pintu penjara, Stadion Kanjuruhan pun seperti itu, sempit dan terlalu banyak sekat sehingga orang tak bisa bergerak leluasa.

Baca juga: Irjen Pol Nico Afinta Dimutasi, Posisi Kapolda Jatim Diganti Irjen Pol Teddy Minahasa Putra 

Anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan Malang, Rhenald Kasali mengungkapkan kondisi pintu Stadion Kanjuruhan Malang serupa penjara karena sempit dan bersekat.

Rhenald mengatakan, pintu Stadion Kanjuruhan Malang seperti penjara lantaran masih ada pintu lagi di dalamnya.

“Pintunya ada panjang begitu, kemudian seperti di penjara begitu."

"Ada semacam pintu lagi di dalamnya,” ujar Rhenald seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (10/10/2022).

Berdasarkan analisis TGIPF melalui foto, pintu Stadion Kanjuruhan Malang yang dilewati penonton dari tribune menuju pintu keluar terbilang curam.

Rhenald menyebut, orang yang melewati area tersebut tetap tidak bisa berjalan cepat sekali pun dalam keadaan normal, bukan dalam keadaan ricuh.

Baca juga: Doa Bersama di Tugu 0 KM Kabupaten Pekalongan, Tujuh Hari Pasca Tragedi Kanjuruhan Malang

Baca juga: Stadion Kanjuruhan Malang Tak Layak Gelar Laga Berisiko Tinggi, Hasil Investigasi TGIPF

“Dalam keadaan normal pun orang tidak bisa cepat."

"Tetapi itu dibiarkan dan menurut hemat kami, stadion-stadion seperti itu harus sudah dibongkar,” ungkap dia.

Rhenald menambahkan, banyak stadion di Indonesia yang dibangun di era 1970 hingga 1980-an.

Menurut dia, pembangunan stadion pada masa itu belum memikirkan estimasi banyaknya jumlah penonton seperti saat ini.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved