Tragedi Kanjuruhan Malang

Jadi Korban Tragedi kanjuruhan Cahayu Cuma Ingat Kenangan Saat SD, Histeris Saat Ada Orang Banyak

Dua hari ini, Cahayu mencoba untuk mengingat-ingat peristiwa yang menewaskan 132 suporter usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya itu

Editor: muslimah
SURYAMALANG.COM/Rifki Edgar
Cahayu Nur Dewata, Aremanita korban selamat Tragedi Stadion Kanjuruhan saat ditemui di rumahnya di Kota Malang, Rabu (12/10/2022). 

TRIBUNJATENG.COM - Tragedi Kanjuruhan begitu membekas di hati dan kenangan para korbannya.

Mereka adalah suporter Arema, baik Aremania maupun Aremanita.

Cerita para korban yang sangat memilukan saat mencoba bertahan kini masih bersliweran.

Tragedi Kanjuruhan menelan korban meninggal dunia 132 orang .

Dari jumlah tersebut, 42 di antaranya wanita, dan sisanya 90 laki-laki.

Baca juga: Temuan 2 Kardus Botol Diduga Miras di Stadion Kanjuruhan Ternyata Obat Hewan Ternak

Suasana Stadion Kanjuruhan - Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya tersebut, dikatakan Mahfud MD, umumnya korban meninggal karena desak-desakan, saling himpit, terinjak-injak, dan sesak nafas.
Suasana Stadion Kanjuruhan - Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan seusai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya tersebut, dikatakan Mahfud MD, umumnya korban meninggal karena desak-desakan, saling himpit, terinjak-injak, dan sesak nafas. (tangkap layar video)

Ironisnya, kebanyakan korban  tewas tragedi Kanjuruhan ini remaja dan muda, usia 12-24 tahun. Sementara satu korban masih Balita berusia 4 tahun.

Tak hanya menjadi korban tewas , banyak aremanita yang harus menderita luka-luka yang cukup parah dalam tragedi itu.

Bahkan ada yang sampai mengalami trauma stroke hingga hilang ingatan.   

Berikut 3 kisah pilu aremanita korban tragedi Kanjuruhan yang berhasil dihimpun surya.co.id: 

1. Tangan Kevia tak bisa digerakkan

"Tolong-tolong... banyak orang menangis, teriak histeris," itu lah yang didengar dan dirasakan Kevia Naswa Ainur Rohma saat berada di dalam stadion ketika tragedi Kanjuruhan terjadi, Sabtu (1/10/2022). 

Kevia mendengar suara teriakan histeris itu dari Aremania yang berdesak-desakan keluar dari tribun 14 Stadion Kanjuruhan.

Diceritakan Kevia, setelah laga Arema Vs Persebaya selesai, dia masih berada di atas tribun. 

Dia melihat, ada empat gas air mata yang ditembakkan oleh aparat ke tribun 13 Stadion Kanjuruhan.

Halaman
1234
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved