Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Dua Alat EWS Sungai Beringin Semarang Dipindah, Warga Pantau Debit Air Cara Manual

Warga di aliran Sungai Beringin Semarang ketar-ketir lantaran dua alat Early Warning System (EWS) di daerah aliran sungai tersebut

Penulis: iwan Arifianto | Editor: m nur huda
dok warga Wonosari
Kondisi saat banjir di wilayah Wonosari RW 7, Ngaliyan, Kota Semarang, Februari 2022 silam. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Warga di aliran Sungai Beringin Semarang ketar-ketir lantaran dua alat Early Warning System (EWS) di daerah aliran sungai tersebut ternyata diambil akibat masih adanya pengerjaan proyek normalisasi.

Mereka terpaksa melakukan pengawasan aliran kali dengan cara manual yakni pengamatan secara langsung dari posko Kelompok Siaga Bencana (KSB).

"Iya , informasinya alat diambil, CCTV-nya juga tidak bisa dilihat," ujar Ketua RW 7 Wonosari, Ngaliyan, Mashuda kepada Tribunjateng.com, Sabtu (15/10/2022). 

Ia mengatakan, posko KSB Wonosari berada di bantaran kali Beringin namun dengan posisi lebih tinggi sehingga dari kejauhan dapat dilihat aliran sungai.

Selain itu, pihaknya juga melakukan komunikasi dengan dengan teman-teman relawan di daerah  hulu sehingga ketika ada kiriman banjir  dapat diketahui lebih dini.

"Ya memang modelnya manual, ga lihat CCTV lagi," katanya.

Petugas posko KSB semisal ada kiriman banjir dari hulu segera lari ke Musala untuk memberitahukan ke warga.

"Kami juga pukul kentongan dan pukul tiang listrik," ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris BPBD Kota Semarang,  Winarsono mengatakan, dua alat itu diambil sejak Agustus 2022. 

Sebelumnya alat tersebut sudah terpasang di aliran Beringin di wilayah Wonosari dan Mangkang Wetan."Iya disuruh mindahin dulu sama yang mengerjakan proyek normalisasi nanti kalau sudah jadi dipasang lagi," ujarnya.

Dicopotnya dua alat tersebut, otomatis sistem peringatan dini banjir di sungai Beringin mengandalkan alat di wilayah yang lebih hulu lagi.

Sayangnya, alat EWS dengan posisi yang lebih hulu tersebut tidak dapat terpantau secara langsung di aplikasi handphone android.

Menurut Winarso, hal itu lantaran alat itu produksi buatan lama bukan yang baru sehingga belum masuk aplikasi handphone android.

"Bisa dimonitor cuma tidak bisa dipantau lewat android," katanya.

Ia menyebut, BPBD memiliki total ada 12 alat EWS yang terpasang di beberapa titik.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved