Berita Regional
Viral Guru Aniaya 2 Murid di Kelas: Pukul dan Tendang Korban lalu Rampas dan Buang Ponsel
Di Poso, Sulawesi Tengah, seorang guru tega menganiaya dua orang siswanya. Keduanya ditampar, dijotos, dan ditendang.
TRIBUNJATENG.COM, POSO - Di Poso, Sulawesi Tengah, seorang guru tega menganiaya dua orang siswanya.
Keduanya ditampar, dijotos, dan ditendang.
Tindakan penganiayaan tersebut terekam dalam video berdurasi 1 menit 10 detik yang direkam dan diunggah oleh teman sekelas kedua siswa yang dianiaya.
Baca juga: Viral Video Tangki Ajaib, Motor Isi BBM Pertalite Bisa sampai Rp 269.000, yang Belakang sampai Heran
Dalam video tersebut jelas terlihat tindakan guru laki-laki tinggi besar berkaca mata menganiaya dua orang siswa yang hendak masuk ke dalam ruang kelasnya.
Dalam video tergambarkan, awalnya terdapat satu siswa menenteng tas punggung yang kemudian diadang oleh guru itu.
Sang guru kemudian dengan emosi memukul punggung siswanya.
Tak sampai di situ saja, meskipun muridnya sudah berada di dalam kelas, guru tersebut masih mengikuti dan terus menyerang muridnya dengan cara menampar wajah dan menendang ke bagian perutnya.
Kemudian, kepada salah satu siswa yang lain, guru tersebut juga melakukan hal yang sama.
Bahkan ponsel korban ikut dirampas dan dibuang seraya mengeluarkan kata-kata tak senonoh yang tidak seharusnya dikeluarkan seorang guru kepada muridnya.
Ironisnya, perlakuan kasar tersebut terjadi di depan siswa lainnya.
Kepala SMAN 2 Poso,Sujito yang dikonfirmasi via telepon dan WhatsApp tidak memberikan keterangan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Menengah Provinsi Sulteng SMA SMK SLB wilayah III Kabupaten Poso dan Touna Alwi Achmad Musa yang dikonfirmasi terkait dugaan penganiayaan oleh guru SMAN 2 Poso tersebut membenarkan adanya kejadian itu.
Menurutnya, setelah video penganiayaan itu viral di media sosial, pihak cabang dinas telah memerintahkan pengawas pembina SMA di Poso untuk melakukan pemanggilan dan sekaligus meminta keterangan terkait kejadian tersebut.
"Iya Pak, kami dari cabang dinas sudah memerintahkan Pengawas Pembina SMA Kabupaten Poso untuk memanggil guru dan kepseknya untuk dimintai keterangannya atas peristiwa tersebut.
Selanjutnya hari Senin saya akan memeriksa yang bersangkutan di kantor Cabang Dinas Wilayah III Poso,"ungkap Alwi yang dihubungi melalui chat WhatsApp,Sabtu (15/10/2022).