Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Kiat Saat Anaknya Panas di Tengah Larangan Pakai Sirup Paracetamol: Cukup Pakai Bawang Merah

Bapak-bapak di Kota Semarang rupanya punya kiat khusus saat anaknya demam.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: Catur waskito Edy
Iwan Arifianto
Rak obat di swalayan memasang promo obat sirup paracetamol anak di Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (22/10/2022). 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Bapak-bapak di Kota Semarang rupanya punya kiat khusus saat anaknya demam.

Mereka ternyata lebih memakai obat-obatan tradisional daripada menggunakan obat-obatan pabrikan.

"Dari dulu anakku gak pernah pake sirup, tapi pake obat tradisional," kata Warga Beringin, Ngaliyan, Mualim (40) kepada Tribunjateng.com, Sabtu  (22/10/2022).

Anaknya kini berusia 3,5 tahun di musim pancaroba ini memang seringkali demam dan batuk.

Namun, ia lebih memilih obat tradisional warisan orangtua dengan cara pakai bawang merah diparut lalu dikasih minyak telon atau minyak kayu putih.

"Kemudian dibalurkan ke dada, perut dan telapak kaki," jelasnya.

Selepas itu, anak diberi minuman hangat dari campuran jahe, rajangan sereh diberi  air mendidih terus dikasih perasan jeruk nipis atau lemon dan madu murni.

"Jadi Paracetamol dilarang ga was-was karena gak pernah pakai," ungkap ayah dua anak itu.

Kendati demikian, semisal cara tradisional tidak bisa maka ia lebih memilih membawa ke dokter anak.

"Pertama pakai obat herbal dulu misal tak kunjung sembuh baru ke dokter," paparnya.

Terpisah, seorang Ayah dari kampung Layur, Semarang Utara, Fariz Fardianto mengatakan , semisal anaknya pilek cukup memberikan dua sendok madu dan dua sendok vitamin.

Kadangkala pakai pula inhaler yang dibalurkan ke dada dan leher. 

"Plus pas tidur, bantale dibalurke enam tetes minyak telon dan misal meriang demam cukup dibalur bawang merah," jelasnya.


Tak heran, ia pun tidak khawatir soal adanya obat-obatan yang menyebabkan gagal ginjal bagi anak.

Disamping itu, sebenarnya orangtua tak usah panik ketika anak demam.

Ia biasanya lebih memilih mengajak anaknya main seperti biasa. 

"Imun anak akan meningkat seiring rasa sayang yang diberikan oleh ortu. Kalau kepaksa banget ya baru dibawa dokter," katanya.


Terpisah, Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada Prof Dr  Zullies Ikawati, Apt mengatakan, parasetamol sebagai obat demam dan nyeri masih aman jika digunakan sesuai dosis dan indikasi.

Namun untuk saat ini, jika benar-benar diperlukan, disarankan tidak dalam bentuk sirup.

"Bisa digunakan dalam bentuk puyer atau tablet," katanya seperti keterangan tertulis yang diterima Tribun.

Ia menjelaskan, Parasetamol sukar larut dalam air, sehingga dibutuhkan bahan tambahan sebagai pelarut. 

Yang sering digunakan adalah propilen glikol atau gliserin. 

Propilen glikol maupun glyserin masih dimungkinkan mengandung cemaran ETILEN GLIKOL (EG)  dan DIETILEN GLIKOL (DEG)  sampai batas tertentu yang dibolehkan.

Industri farmasi harus memastikan bahwa bahan bakunya minim atau bebas cemaran sebelum diformulasi.

"EG dan DEG inilah yang diduga biang keroknya yg menyebabkan gagal ginjal akut jika terdapat di atas batas yang dibolehkan," bebernya.

Ada perkembangan baru bahwa beberapa produk akhir dari sirup parasetamol diduga terindikasi mengandung EG atau DEG. 

Namun hal ini belum tentu berada dalam kadar yang sampai menghasilkan efek toksis terhadap ginjal. 

Pengukuran DEG dan EG dalam produk akhir juga tidak mudah karena sudah mengandung berbagai bahan lain, sehingga memerlukan metode analisis yang akurat dan sensitif. 

"Apakah pemeriksaannya sudah akurat? Itu harus dipastikan," tuturnya.

Menurutnya, sebenarnya hubungan langsung antara kejadian Gagal ginjal akut dengan konsumsi sirup parasetamol (atau yg lain) masih misteri.

 

Sebab obat sirup parasetamol banyak yang sudah ada bertahun-tahun tanpa perubahan formula, dan digunakan aman-aman saja, kenapa tiba-tiba baru belakangan ini muncul gangguan ginjal akut.

"yang kok ya ndilalah hampir berbarengan kejadiannya dengan Gambia," ungkapnya.

Ada berbagai kemungkinan lain penyebab kejadian gagal ginjal akut, yang benar-benar perlu dicek pada pasien. 

Misalnya jika benar terdeteksi ada ca oksalat di ginjal yang merupakan metabolit dari etilen glikol, perlu dicek juga asupan makanan pasien.

"karena asam oksalat juga bisa berasal dari makanan. Ataukah mungkin karena infeksi tertentu seperti leptospirosis yang juga banyak muncul di musim hujan?," paparnya.

Namun demikian, untuk kehati-hatian, untuk sementara ikuti dulu saran dari lembaga-lembaga resmi seperti BPOM, Kemenkes, asosiasi dokter, dan lainnya.

"Tetap jaga kesehatan anak-anak kita, makan sehat, istirahat cukup, lagi musim hujan jadi jaga jangan main2 terlalu ekstrim. 

Kalau demam, bisa gunakan kompres dulu, atau pakai parasetamol puyer atau bentuk-bentuk lain. Jika pahit, bisa minta ditambahkan pemanis yg aman utk anak," tandasnya. (Iwn)

Baca juga: Wapres KH Maruf Amin: Santri Harus Bisa Lakukan Perbaikan di Segala Bidang

Baca juga: Target Naikkan Kualitas SDM di 2024, Tuti Nusandari Roosdiono Sosialisasikan Germas

Baca juga: Mabuk, Pengendara Motor Kecelakaan Tabrak Pembatas Jalan lalu Terpental Kena Pohon, Tewas di TKP

Baca juga: Oknum Polisi Tipu Mahasiswa Rp250 Juta, Janjikan Lolos Bintara Polri

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved