Berita Semarang
BREAKING NEWS: Gudang Besi di Semarang Utara Terbakar, Diduga Ini Penyebabnya
Gudang Besi yang ada di Jalan Gurami 504 RT 09/RW 08 Kelurahan Kuningan Kecamatan Semarang Utara, terbakar.
Penulis: Muhammad Fajar Syafiq Aufa | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gudang Besi yang ada di Jalan Gurami 504 RT 09/RW 08 Kelurahan Kuningan Kecamatan Semarang Utara, terbakar.
Kebakaran diduga disebabkan oleh konsleting panel listrik yang ada di dalam gudang besi.
Percikan api dari konsleting listrik, membakar tumpukan kayu triplek yang berada didekat panel listrik gudang besi tersebut.
Kebakaran terjadi pukul 11:35 WIB dan api berhasil dipadamkan oleh Damkar Kota Semarang pukul 12:55 WIB.
Baca juga: Duje Javorcic Dapat Pesan Penting dari GM PSIS Semarang, Kesempatan Besar di Akhir November
Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Besok Senin 24 Oktober 2022, Aquarius Kurangi Ego Ingin Menang Sendiri
Baca juga: Mutasi Polri, Kombes Iwan Saktiadi Gantikan Kombes Ade Safri Simanjuntak sebagai Kapolresta Solo
Kabid Ops Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Untung Sugiono menyebutkan bahwa yang pertama kali melihat kebakaran tersebut adalah warga penguna jalan yang saat itu melintas didekat lokasi.
"Saksi yang pertama yaitu bapak Pri, dia mengetahui dari penguna jalan bahwa ada kebakaran di lokasi," jelasnya kepada Tribunjateng.com, Minggu (23/10/2022)
Ia mengatakan, kronologi awal kebakaran gudang besi, dipicu lantaran adanya konsleting listrik.
"Jadi istilahnya konseliting listrik, disitu ada tumpukan triplek, menyambar itu, akhirnya terjadi kebakaran, (apinya) tidak begitu besar sih," ungkapnya
Kendala yang dihadapi oleh petugas Damkar Kota Semarang saat menuju ke lokasi kebakaran yaitu gang jalan yang sempit.
"Petugas pemadam ada 18 personil dengan armada 30, 36, 34 dan elf," imbuhnya
Kerugian materi dalam peristiwa tersebut diperkirakan mencapai 20 juta.
Ia menambahkan, kejadian kebakaran yang disebabkan oleh konsleting listrik kerap terjadi.
"Arus pendek juga sering terjadi, karena maaf saja ya, sekarang itu, untuk jemper listrik biasanya warga menangani sendiri, bukan dari ahli atau petugas tenaga listrik aslinya, jadi banyak sekali yang terjadi (konsleting listrik)," imbuhnya
Untung mengimbau kepada masyarakat bila meninggalkan rumah, untuk bisa mematikan peralatan yang terkait dengan listrik.
"Karena cuaca yang seperti ini itu teganganya tidak sama," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/petugas-damkar-saat-melakukan-pendinginan-karena-api-telah-berhasil-dipadamkan.jpg)