Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kota Pekalongan

Apel Kesiapsiagaan Bencana, Ini Penekanan Wali Kota Pekalongan

Pemerintah Kota Pekalongan bersama jajaran TNI, Polri serta seluruh unsur masyarakat mengikuti apel kesiapsiagaan menghadapi ancaman

Dok Kominfo Kota Pekalongan
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid saat mengikuti apel kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana pada musim hujan tahun 2022-2023, di halaman kantor Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pemerintah Kota Pekalongan bersama jajaran TNI, Polri serta seluruh unsur masyarakat mengikuti apel kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana pada musim hujan tahun 2022-2023, di halaman kantor Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan.

Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid menjelaskan, apel kesiapsiagaan menghadapi bencana ini dilatarbelakangi dari melihat kondisi siklus dimana biasanya di penghujung akhir tahun mulai bulan November-Desember 2022, hingga awal tahun 2023 nanti terjadi puncak curah hujan yang mengakibatkan Kota Pekalongan rawan banjir. 

"Mudah-mudahan tahun ini, curah hujan tidak begitu tinggi. Namun, kita tetap harus waspada dan mengantisipasinya potensi bencana tersebut," kata Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, saat rilis yang diterima Tribunjateng.com, Rabu (26/10/2022).

Aaf panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan menerangkan, berdasarkan  informasi dari BMKG dan BNPB, bahwa potensi curah hujan tinggi bisa terjadi pada Bulan November-Desember 2022 mendatang.

Sehingga, semua antisipasi dan pencegahan harus disiapkan mulai dari relawan, SDM petugas, alat dan armada penyelematan, dan sebagainya. Bahkan, pembangunan infrastruktur pengendali banjir dan rob di Kota Pekalongan juga tengah dikebut untuk dirampungkan secara bertahap.

"Kita sudah survei pembangunan pengendali banjir dan rob mulai dari perbaikan drainase, rumah pompa, tanggul dan lain-lain, agar bisa meminimalisir dampak dan resiko bencana dan bisa cepat tertangani bila terjadi bencana," terangnya.

Pihaknya menambahkan, dengan adanya pembangunan pengendali banjir tersebut, sedikit banyak sudah membawa dampak positif pada pengurangan resiko dampak bencana banjir yang terjadi sebelum-sebelumnya.

"Saya juga tak henti-hentinya mengimbau kepada seluruh OPD terkait, dan seluruh unsur masyarakat Kota Pekalongan khususnya mereka yang tinggal di wilayah terdampak banjir dan rob untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu."

"Di antaranya dengan melakukan upaya pencegahan melalui aksi peduli lingkungan (kerja bakti membersihkan sampah, selokan di sekitar rumah, dan lain-lain), agar saluran air menjadi lancar," tambahnya.

Lalu, saat ini kondisi TPI Pekalongan yang berdekatan dengan pantai pun yang sebelumnya sering tergenang, sekarang dengan pembangunan infrastruktur pengendali banjir, drainase yang dibangun airnya langsung mengalir lancar.

"Dengan kesiapan lebih dini, kita tidak mengharapkan bencana terjadi, namun jika bencana ini seandainya terjadi, kita bisa lebih siap menghadapi ancaman bencana dan meminimalisir dampak serta resiko bencana tersebut mulai dari personel, logistik, dapur umum, dan sebagainya," imbuhnya. (Dro)

Baca juga: Dorong Anak Muda Dokumentasikan Sejarah, Dinas Arpusda Cilacap Adakan Lomba Film Dokumenter 

Baca juga: Begini Kondisi Kamar Tahanan Nikita Mirzani di Rutan Kelas IIB Serang, Masih Dilarang Dibesuk

Baca juga: Pria ODGJ Semarang Ditabrak Motor Sampai Kejang, Pemotor Dilarikan Ke RS Tugu

Baca juga: 156 Wisudawan STTR Cepu, 14 Cumlaude, Bupati Blora : Segera Abdikan Diri untuk Masyarakat Blora

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved