Berita Batang
Antusias Ikuti Kecakapan Pramuka Lapas Batang, Siti: Bisa Bikin Kue jadi Bekal Saat Bebas Nanti
Belasan narapidana Lapas Kelas IIB Batang mendapatkan selempang kecakapan.
Penulis: dina indriani | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Belasan narapidana Lapas Kelas IIB Batang yang tergabung dalam kepanduan Pramuka mendapatkan selempang kecakapan dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Batang.
Momentum itu mereka dapatkan usai upacara hari Sumpah Pemuda di halaman Lapas Batang, Jumat (28/10/2022).
Sebelumnya, selama tiga bulan warga binaan telah mengikuti kegiatan pelatihan berbagai kecakapan khusus kepanduan kepramukaan yang dibimbing oleh Kwartir Ranting Kecamaatan Batang.
Warga binaan yang bergabung dalam kepanduan kepramukaan Lapas Batang antusian mengikuti kegiatan itu, satu diantaranya, Siti Rochani.
Siti mengatakan ia tertarik mengikuti pramuka lantaran banyak kegiatan yang dapat mengasah keahlian dan keterampilan.
Selain itu juga banyak ilmu baru yang ia dapatkan saat mengikuti pelatihan berbagai kecakapan khusus.
Dalam pelatihan itu, bersama teman-teman warga binaan perempuan lainnya ia belajar membuat kue.
"Alhamdulillah dari pelatihan itu bisa membuat kue, ada dua varian yaitu kue boku dan kue royal, selain itu juga kami belajar berkebun, dan keterampilan lainnya," tuturnya di sela-sela melakukan demo membuat kue.
Dikatakannya, dengan keterampilan dan keahlian yang diperoleh saat pelatihan, bisa menjadi bekal saat bebas nanti.
"InsyaAllah ini sangat bermanfaat untuk kami, dan saya pribadi pun sangat senang bisa mendapatkan keterampilan ini, bisa menjadi bekal buka usaha usai bebas atau keluar dari Lapas nanti," imbuhnya.
Kepala Lapas Kelas IIB Batang, Rindra Wardhana mengatakan penyematan slempang dilakukan karena mereka telah mendapatkan latihan selama tiga bulan dan sudah dilakukan ujian.
Di sisi lain, tidak hanya upacara dalam merayakan hari Sumpah Pemuda, para warga binaan yang telah lulus kecakapan memasak juga melakukan demo memasak untuk menunjukan keahlianya selama pelatihan.
Momentum upacara hari Sumpah Pemuda tahun ini melibatkan berbagai ormas kepemudaan seperti Pemuda Pancasila, Ansor dan kepemudaan Ormas Islam Muhammadiyah.
“Sumpah pemuda inikan sebagai momen kita membangun bangsa dan mengingat kembali sejarah di masa lalu. Kenapa nggak sih kita ajak bareng bersama teman-teman penghuni Lapas, karena sebagian besar warga binaan juga pemuda yang akan kembali ke masyarakat,” terang Rindra.
Oleh karena itu, warga binaan mulai dikenalkan ke masyarakat melalui kegiatan ketrampilan keahlian dan kegiatan sosial lainnya.
Ia pun menyatakan, kegiatan warga binaan sudah banyak yang berubah, tidak lagi seperti Lapas Rutan zaman terdahulu.
“Upacara hari Sumpah Pemuda sebagai acara kami untuk bisa bersinergi dan menunjukan keahlian serta ketrampilan warga binaan kepada ormas yang hadir,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/warga-binaan-perempuan2.jpg)