Fokus
Fokus : Pertaruhan PDIP dan Trah Soekarno di 2024
Dua hari terakhir ramai tagar #trahsoekarnotamat di media sosial twitter. Ya, cuitan tagar tersebut mengemuka setelah adanya pemberitaan relawan
Penulis: galih permadi | Editor: Catur waskito Edy
Oleh Galih Permadi
Wartawan Tribun Jateng
Dua hari terakhir ramai tagar #trahsoekarnotamat di media sosial twitter. Ya, cuitan tagar tersebut mengemuka setelah adanya pemberitaan relawan Ganjar Pranowo mendukung Jokowi jadi Ketua Umum PDIP periode 2024-2029.
Pernyataan itu muncul dari Koordinator Nasional Relawan Koalisi Aktivis dan Milenial Indonesia untuk Ganjar Pranowo (Kami-Ganjar) Joko Priyoski.
"Untuk PDI Perjuangan, kita tahu bahwa fatsun partai itu adalah demokrasi, bukan partai kerajaan, maka kami berharap Pak Jokowi mau dan bisa terpilih kelak menjadi Ketua Umum di Kongres PDIP Tahun 2024," kata Joko melalui keterangan tertulis, Rabu (26/10).
Pernyataan Joko Priyoski pun mendapat tanggapan dari politikus PDIP yang juga Anggota DPR RI, Hendrawan Supratikno yang menilai pernyataan itu ngawur. Relawan tak punya wewenang mencampuri urusan internal partai. "Singkat saja, offside dan salah minum obat," ujarnya dikutip dari CNNIndonesia.com, Kamis (27/10).
Pernyataan Joko Priyoski seakan mengingatkan pernyataan Presiden Jokowi di 2014 bahwa Ketua Umum PDIP tidak harus dari trah Soekarno.
Terpenting bagi ketum PDIP, kata Jokowi, adalah ideologi Soekarno yang harus dimiliki. "Menurut saya, ideologi itu, ideologinya," kata Jokowi, Selasa (23/9/2014).
Berbeda pandangan dengan Puan Maharani. Menurutnya PDIP masih membutuhkan trah keturunan Soekarno untuk melanjutkan kepemimpinan partai banteng tersebut.
Meski hal ini tak ada di AD/ART partai, tetapi menjadi keinginan kader di akar rumput.
"Itu etik dalam berpolitik saja secara internal menjadi perekat yang ada di wilayah-wilayah basis grass root," ujarnya.
Puan meyakini hanya trah Soekarno yang bisa melanjutkan kepemimpinan di PDIP.
"Ya ini bukan hanya sebagai pertimbangan strategi politik. Ini memang kami perlukan dalam menjalankan trah Bung Karno sesuai dengan koridornya dan yang bisa mengawal itu memang hanya trah Soekarno," ujarnya.
Pernyataan Joko Priyoski seakan menjadi sinyal ada agenda besar di 2024 di internal PDIP. Akankah ada upaya perebutan kursi ketua umum di luar trah Soekarno? Bisa saja kasus Kuda Tuli Jilid 2 terjadi.
Seperti diketahui, jelang Pilpres 2024, internal PDIP pun terbagi dua dalam pengusulan nama calon presiden. Ada nama Puan Maharani dan Ganjar Pranowo. Meski sempat mengeluarkan pernyataan siap maju jadi Presiden dan mendapat teguran lisan dari PDIP, Ganjar Pranowo masih tegak lurus menunggu keputusan ketua umum PDIP, Megawati Soekarno Putri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/wartawan-tribun-jateng-galih-permadi.jpg)