Berita Karanganyar
Jembatan Nglurah Tawangmangu Karanganyar yang Ambrol Bakal Diperkuat
Perbaikan sementara Jembatan Kali Gembong Nglurah Kabupaten Karanganyar dilakukan.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Perbaikan sementara Jembatan Kali Gembong Nglurah Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar dilakukan dengan penguatan bagian bawah jembatan dan pemasangan besi WV pada bagian atas.
Dari pantauan di lokasi terlihat pos penjagaan disiapkan di sisi utara jembatan untuk membantu mengatur sepeda motor yang melintas di jembatan darurat dari bambu. Pasalnya jembatan tersebut hanya bisa dilalui sepeda motor dari satu arah saja.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, perbaikan sementara dengan anggaran Rp 150 juta telah diusulkan dan menunggu pembahasan untuk persetujuan anggota dewan. Anggaran tersebut bersumber dari Dana Tidak Terduga (DTT). Adapun DPUPR Karanganyar sesuai dengan petunjuk Bupati Karanganyar, Juliyatmono perbaikan total jembatan akan dilakukan pada 2023.

Kabid Bina Marga DPUPR Karanganyar, Margono menyampaikan, fokus saat ini dilakukan penguatan pada bagian bawah dan atas jembatan sekalipun telah dibuat jembatan darurat dari bambu oleh warga sekitar.
Penguatan bagian bawah akan dilakukan terlebih dahulu untuk mengurai erosi karena terkena aliran sungai. Di sisi lain bronjong akan dipasang pada bagian bawah untuk mengubah aliran air supaya tidak mengarah ke bagian jembatan yang rusak. Selain itu besi WV akan dipasang pada bagian atas jembatan kemudian dilapisi kayu supaya warga yang melintas di jembatan darurat lebih nyaman.
"Kalau bawah tidak diperkuat, kita tangani atas dikhawatirkan ambrol lagi," katanya kepada Tribunjateng.com saat mengecek jembatan.
Warga Nglurah, Agung mengatakan, sentra tanaman hias sepi semenjak jembatan yang menjadi akses utama wisatawan menuju ke Nglurah mengalami kerusakan. Usaha sentra tanaman hias milik Agung turut terdampak dengan adanya jembatan yang ambrol. Omzet penjualan tanaman hias turun drastis.

Dia menerangkan, omzet penjualan tanaman hias bisa mencapai Rp 10 juta per bulan. Semenjak adanya jembatan yang rusak, lanjutnya, omzet penjualan turun 50 persen lebih. Selain menjual tanaman hias di rumah, Agung juga mengirim tanaman hias ke luar daerah seperti Purwodadi, Solo, dan Yogyakarta.
Dia terpaksa tidak mengirim barang keluar kampung karena mobil tidak bisa melintasi jembatan darurat. Agung menjelaskan, sebenarnya ada akses alternatif akan tetapi medannya cukup ekstrim untuk dilalui mobil.
"Biasanya ramai jadi sepi. Weekend banyak yang cari tanaman hias terus wisata ke Bumi Perkemahan Pleseran," ungkapnya.
Agung berharap jembatan yang menjadi akses utama dapat segera diperbaiki supaya aktivitas warga dan pariwisata di Nglurah dapat kembali normal. (*)