Berita Banyumas
Bangkitkan Batik dan Lurik, Banyumas In Fashion 2022 Segera Digelar November Ini
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyumas
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banyumas segera menggelar Banyumas In Fashion 2022.
Event tersebut menggairahkan kembali Batik dan Lurik Banyumas menjadi komoditas modern dan upaya membuka “Pintu Gerbang” bagi Desainer Banyumas agar terus eksis.
Ketua Dekranasda Kabupaten Banyumas, Erna Sulistyawati mengatakan lomba fashion akan diselenggarakan Sabtu (19/10/2022) di Convention Hall Menara Teratai, Purwokerto.
Tujuannya mempromosikan Batik Banyumas maupun Lurik yang ada di Kabupaten Banyumas.
"Pesertanya anak-anak SMP kemudian anak SMA kemudian umum.
Kemudian nanti juga ada dari OPD, PKK organisasi wanita dan lain sebagainya.
Jadi saya berharap pada ikut nanti bisa mendaftar di masing-masing organisasi maupun SMP maupun SMA.
Pelaksanaannya di convention Hall Komplek Menara Teratai Purwokerto," jelas Erna kepada Tribunbanyumas.com, dalam rilis, Selasa (1/11/2022).
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Kabupaten Banyumas, Titik Puji Astuti berharap dengan adanya Banyumas In Fashion akan membangkitkan kembali para pengrajin batik dan lurik yang sekarang masih lesu sejak pandemi Covid-19.
Kategori yang akan dilombakan antara lain Pelajar, Organisasi Wanita dan Kategori Umum.
Untuk kategori pelajar bisa atas nama pribadi maupun lembaga, peserta dari organisasi wanita berasal dari organisasi wanita di Kabupaten Banyumas.
Sedangan kategori umum bisa atas nama pribadi atau mewakili organisasi seperti pengusaha, IKM Batik dan Tenun di Banyumas, pelaku usaha fashion, agency modelling, BUMN/BUMD/Perbankan maupun perusahaan swasta dan perwakilan OPD
Diharapkan nanti dengan adanya kegiatan ini akan menumbuhkan kembali minat membeli batik yang pada akhirnya kecintaan batik lebih.
Kemudian produksi pengrajin lebih menggeliat lagi dari hulu sampai Hilir.
Sehingga dari produksinya pengrajinnya sampai dengan fashionnya sampai istilahnya ready to wear, mereka siap tidak hanya membatik tetapi memproduksi baju-baju yang diminati oleh masyarakat yang modelnya kekinian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Erna-Husein-Ketua-Dekranasda.jpg)