Haji dan Umroh

Kemenag Jateng Sesalkan Calon Jamaah Haji yang Batalkan Pemberangkatan ke Tanah Suci

Kemenag Provinsi Jawa Tengah melalui Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Jateng, Ahyani menyesalkan calon jamaah haji yang membatalkan

agus salim irsyadullah
Suasana di ruang tunggu Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Rabu (9/11/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, Semarang - Kemenag Provinsi Jawa Tengah melalui Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Jateng, Ahyani menyesalkan calon jamaah haji yang membatalkan pemberangkatan ke tanah suci.

Alasan pembatalan itu, kata Ahyani didominasi oleh faktor usia dan masa tunggu pemberangkatan.

"Banyak calon jamaah haji membatalkan keberangkatan dengan alasan usia dan masa tunggu," kata Ahyani saat ditemui Tribunjateng.com di kantornya di Jl. Sisingamangaraja No.5, Wonotingal, Kec. Candisari, Kota Semarang pada Rabu (9/11/2022).

Jika memang terkendala faktor usia, menurutnya ada beberapa alternatif yang bisa diambil oleh calon jamaah haji.

Calon jamaah haji diperkenankan untuk melimpahkan jatah keberangkatan haji kepada orang tua, suami/istri dan anak kandung.

"Usia 50 tahun misalnya, bisa dilimpahkan ke keluarga. Bisa orang tua, suami/istri dan anak kandung," jelasnya.

Terkait masa tunggu haji yang mencapai 30 tahun, pihaknya menyebut telah menjadi aturan dari pusat yang harus ditaati bersama.

"Mungkin masyarakat bisa mendaftar lebih dini agar nantinya bisa naik haji di usia yang telah direncanakan sebelumnya," paparnya.

Ia pun mengingatkan tentang ibadah haji yang menjadi kewajiban bagi masyarakat yang mampu, baik finansial maupun kondisi fisik.

Sehingga dengan niatan itu, masyarakat tak terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan untuk membatalkan keberangkatan haji.

"Kita selalu mengimbau ibadah haji adalah kewajiban. Jika sudah daftar, baiknya agar tak membatalkan," imbuhnya.

Sebelumnya, ramai pemberitaan tentang banyaknya jamaah haji di Jawa Tengah yang membatalkan keberangkatan haji lantaran faktor usia dan waktu tunggu.

Diketahui, sekira 8 ribu calon jamaah haji di Jawa Tengah membatalkan keberangkatan haji.

Dari jumlah tersebut, banyak calon jamaah haji yang kemudian memilih melakukan umroh daripada melaksanakan ibadah haji.

Ahyani berharap calon jemaah haji tidak terburu-buru membatalkan haji dan memilih umroh. 

”Eman-eman kalau dibatalkan. Haji dan umrah itu berbeda. Ketika sudah mendaftar haji, jika terjadi sesuatu misalnya meninggal dunia, pemberangkatannya bisa dialihkan ke anaknya atau suami atau istrinya dan lainnya,” katanya. (*)

Baca juga: TMMD Sengkuyung Tahap III Berhasil Bangun Jalan Penghubung Karangtengah-Sambirata Banyumas

Baca juga: Penghitungan Suara Pilkades Serentak di Ngadiluwih Karanganyar Digelar Secara Tertutup

Baca juga: Kredit Mitra 25 hingga Kredit Milenial, Cara Ganjar Mudahkan Akses Permodalan UMKM

Baca juga: Unggul Head to Head, Ganjar-Erick Thohir Potensial Menangi Pilpres 2024

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved