Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wawancara Khusus

Bagaimana DPRD Batang Dukung Pemkab Percepat Pemulihan Ekonomi? 

Tahun 2022 ekonomi di Batang mulai merangkak naik pasca pandemi Covid-19 melanda.

Penulis: dina indriani | Editor: sujarwo
zoom-inlihat foto Bagaimana DPRD Batang Dukung Pemkab Percepat Pemulihan Ekonomi? 
Dok. Tribun Jateng
Ketua DPRD Kabupaten Batang, Maulana Yusup

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Tahun 2022 ekonomi di Batang sudah mulai merangkak naik pasca pandemi Covid-19 melanda.

DPRD melihat Pemkab Batang ikhtiar dalam melakukan pemulihan ekonomi.

Berikut wawancara khusus Tribun Jateng bersama Ketua DPRD Kabupaten Batang, Maulana Yusup.

Bagaimana melihat perkembangan ekonomi di Kabupaten Batang sejauh ini? 

Di Kabupaten Batang ini seperti kita ketahui bersama ada program Proyek Strategi Nasional (PSN) yang memang ditunjuk Bapak Prresiden langsung, yaitu dengan adanya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Nah terkait pemulihan ekonomi di Batang pasca covid dalam setahun terakhir ini merangkak naik hal itu bisa dilihat dari PAD dan APBD secara keseluruhan.

Bagaimana DPRD melihat upaya Pemda dalam memulihkan ekonomi?

Kalau kita DPRD tentu mempunyai fungsi pengawsan salah satunya mengawasi program yang diberikan Pemda.

Selama ini kami melihat terkait pemulihan ekonomi sudah baik Alhamdulillah di tingkat paling dasar yaitu UMKM dan SDM nya.

Apa saja peran DPRD Batang dalam mendukung pemulihan ekonomi

Program yang disodorkan Pemkab melalui DPRD ke Dewan dibahas melalui mekanisme penganggaran dan sebagainya, peran kami mendorong upaya Pemda kalau memang program-programnya baik tentu tidak ada alasan untuk menolak dan harus kita dorong untuk pemberdayaan kesejahteraan rakyat.

Pada Undang-undang No 23 dalam mengatur pemerintahan tidak hanya Bupati, tetapi juga DPRD sehingga ada sinergi.

Apakah APBD di 2022 sama dengan sebelumnya atau ada alokasi khusus? 

Di penetapan 2022 dan perubahan 2022 ada peningkatan dari sektor PAD dan dana transfer sedikit menurun jadi kita harus optimalkan PAD Batang.

Nah APBD menjadi pedoman kita dari eksekutif dan legislatif terutama eksekutifnya untuk menjalankan pemerintahannya selama satu tahun ke depan.

Bagaimana sinergi DPRD dengan Pemkab Batang selama ini? 

Kami ini kan wakil rakyat harus dekat dengan rakyat, ada aturan main setiap anggota DPRD itu dalam satu tahun ada program Reses, yaitu menjaring aspirasi masyarakat di dapilnya masing-masing.

Yang mana menjaga menjembatani wakil rakyat dengan rakyat yanh diwakilinya dan sudah terpilih melalui mekanisme demokratis, kedekatannya seperti itu.

Bagaimana perkembangan UMKM di Kabupaten Batang? 

UMKM Batang sendiri yang saya perhatikan di bawah OPD  terkait sudah diberikan bantuan khususnya pasca covid sebagai salah satu untuk pemulihan ekonomi 

Di DPRD, kami juga memberikan space atau fasilitas untuk pelaku UMKM ada "Pojok UMKM" khusus display produk seperti jajanan yang khas juga produk kerajinan dan sebagainya.

UMKM juga ada paguyubannya kami jembatani antara paguyuban dengan dinas terkait, bagaimana biar diberdayakan.

Sebenarnya UMKM di masa pemulihan eknomi mereka sebagai gaarda terdepan dari sisi ekonomi sehingga harus kita rawat, jaga, dan berikan stimulan terus agar berkembang.

Dan kalau berhasil, tentu akan menyerap tenaga kerja sehingga tidak mengandalkan industri di situ ada efek dominonya.

Apakah banyak para perantau dari Kabupaten Batang? 

Perantau di Kabupaten Batang cukup banyak terutama di kota besar.

Beberapa kali saya bertemu mereka di kota besar seperti di Jakarta, saya kira mereka produktif artinya bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga ingat dengan kampungnya.

Ini juga yang menjadi perhatian khusus, karena potensi yang di luar juga hrus kita garap jangan sampai meninggalkan Batang malah menumbuhkan ekonomi daerah lain.

Dari sektor pendidikan tinggi di Kabupaten Batang seperti apa? 

Di Kabupaten Batang belum banyak universitas, terakhir ada cabang Undip yang letaknya di Bandar kemudian universitas swasta ada Uniss.

Kebanyakan anak-anak kita kuliajndi Pekalongan atau Seamarang, tapi saya kira tidak sedikit yang kembali untuk membangun daerahnya terutama desanya, saya juga sempat bertemu mereka banyak juga yang berhasil.

Untuk sektor wisata di Kabupaten Batang bagaimana? 

Sektor wisata Batang menurut saya sangat potensial, tinggal bagaimana mana Pemda melalui programnya menggarap dengan baik.

Batang mempunyai Sumber Daya Alam yang luar biasa ada laut, pegunungan dan sekarang ada potensi industrinya.

Sekarang juga sudah banyak desa wisata seperti Desa Wisata Pandansari, Desa Wisata Kembanglangit, ini harus menjadi perhatian Pemda karena di situ ada efek dominonya untuk mensejahterakan masyarakat sekitar.

Dari sisi kuliner, di Kabupaten Batang seperti apa?

Kuliner, saya kira di Batang ada kuliner yanh harus jadi perhatian khusus dan PR DPRD harus kita cari sejarahnya, jangan sampai saling klaim antar kabupaten.

Dalam percepatan pemulihan ekonomi masyarakat, dukungannya seperti apa? 

DPRD secara tupoksi, kerjanya sebagai budgeting penganggaran, monitoring pengawasan dan legislasi membuat Undang-undang bersama Pemda.

Kalau ditanya program DPRD ya misalnya mendukung Pemda sesuai tiga fungsi tadi, jika ada program visi misi yang dianggap baik kita dukung jika ada yang salah kita koreksi.

Dari suara rakyat selama ini, paling dominan yaitu dalam sektor pembangunan karena itu yang secara kasatmata terlihat ada kritik terkait pembangunan misalnya ada kalimat Batang berkembang terus lalu kapan berbuahnya? 

Ini menjadi PR Pemda dan DPRD bagaimana Batang bisa berbuah.

Pembangunan beberapa tahun terakhir sesuai visi misi Bupati yang dulu telah terlaksana beberapa pembangunan seperti Islamic Center, GOR Indoor, jembatan dan perbaikan rumah sakit.

Lalu, bagaimana sepak terjang Maulana Yusup hingga saat ini menjadi Ketua DPRD Kabupaten Batang?

Saya sebetulnya di politik belum lama,  jadi di 2014 periode kemarin diminta mencalonkan diri Alhamdulillah diberi amanat menjadi anggota Dewan.

Lalu 2019 diminta mencalonkan lagi dan Alhamdulillah terpilih lagi, dan PKB  menjadi pemenang ini juga menjadi sejarah, dan secara Undang-undang partai pemenang mendapatkan kursi ketua DPRD.

Harapan DPRD kepada Pemkab Batang dalam pemulihan ekonomi masyarakat? 

Harapan saya selaku ketua DPRD, kepada Pemkab Batang lakukan tugas dengan baik khususnya pasca covid terkait pemulihan ekonomi.

Walaupun secara angka pertumbuhan ekonominya di atas Jateng dan nasional tapi jangan terlena karena ke depan 2023 para pengamat ekonomi banyak yang prediksi sebagai tahun resesi.

Saya berharap betul kepada Bupati dan jajarannya dan tentu kami dorong selaku DPRD Kabupaten Batang laksanakan program yang sudah direncanakan dengan baik demi kepentingan masyarakat Batang.

Dan di tengah ketidakpastian soal iklim ekonomi, usaha dan lain lain ya tentu sebagai jaringan birokrasi yang ada di Pemkab Batang, dan kami DPRD yanh dibayar rakyat harus betul bekerja maksimal bagaimana mengelola pemerintahan daerah untuk kepentingan masyarakat secara umum. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved