Berita Kudus

Pusat Penanganan Kecelakaan RS Mardi Rahayu Kudus Siapkan Tim Terdiri dari Berbagai Dokter Spesialis

RS Mardi Rahayu Kudus menyiapkan tim andal dalam penanganan kecelakaan. Tim itu terdiri atas tim Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Rifqi Gozali
Direktur RS Mardi Rahayu, Pujianto 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - RS Mardi Rahayu Kudus menyiapkan tim andal dalam penanganan kecelakaan. Tim itu terdiri atas tim Instalasi Gawat Darurat (IGD), dokter spesialis bedah umum, dokter spesialis bedah tulang, dokter spesialis bedah saraf, dokter spesialis bedah urologi, dokter subspesialis bedah digestiv, dokter spesialis anestesi, dan berbagai dokter spesialis lainnya.

Direktur Utama RS Mardi Rahayu, Pujianto, mengatakan, pusat penanganan kecelakaan di RS Mardi Rahayu Kudus juga didukung  8 kamar bedah yang siap digunakan 24 jam  Instalasi Rawat Intensif mulai dari ICU,ICCU,RICU, PICU, dan NICU dengan kapasitas 27 bed lengkap dengan ventilator. Selain itu jiga dilengkapi ruang rawat inap berbagai kelas, instalasi radiologi dengan MRI 1,5 teslas, MSCT 128 slice, dan sejumlah peralatan penunjang lainnya.

"Pusat penanganan kecelakaan RS Mardi Rahayu didedikasikan untuk semua kalangan masyarakat yang membutuhkan agar penanganan segala jenis kecelakaan adalah untuk menyelamatkan jiwa dan atau mencegah terjadinya cedera lebih lanjut, komplikasi, maupun kecacatan. Penanganan kecelakaan di RS Mardi Rahayu dilakukan 24 jam setiap hari," kata Pujianto dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/11/2022).

Pujianto melanjutkan, pusat penanganan kecelakaan RS Mardi Rahayu juga dilengkapi dengan 2 mobil ambulans gawat darurat yang siaga 24 jam untuk menjemput pasien yang memerlukan rawat inap. Bagi yang ingin mengakses layanan ambulans tersebut bisa menghubungi nomor 0811 2710 911.

"Para pasien kecelakaan akan dilakukan upaya tindakan gawat darurat dalam waktu kurang dari 5 menit untuk mengatasi kondisi yang mengancam nyawa sampai kondisi pasien stabil. Pada kasus sedang-berat, tindakan bedah darurat dilakukan oleh dokter spesialis bedah setelah kondisi pasien berhasil distabilkan oleh Tim di IGD," kata dia.

Kemudian, katanya, untuk tindakan bedah tidak darurat akan dilakukan sesuai jadwal yang ditetapkan oleh dokter penanggung jawab pelayanan sedangkan untuk kasus ringan, penanganan tindakan dilakukan oleh tim di IGD.

Pusat Penanganan Kecelakaan RS Mardi Rahayu telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, BP Jamsostek, PT Jasa Raharja, berbagai perusahaan dan asuransi. Pada tanggal 8 September lalu RS Mardi Rahayu mendapatkan penghargaan dari Deputi Direktur Wilayah BP Jamsostek Jateng-DIY sebagai Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) dengan utilitasi (pemanfaatan) tertinggi di Regional Jawa Tengah dan DIY.

"Dengan adanya pusat penanganan kecelakaan RS Mardi Rahayu ini, masyarakat yang membutuhkan di Wilayah Kabupaten Kudus, Pati, Rembang, Jepara, Grobogan dan Demak akan dapat menggunakan pelayanan ini," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved