Berita Viral

Keris, Karya Seni dengan Pesan Perdamaian

Pameran akan menyuguhkan 150 keris karya para empu nusantara yang berasal dari Jawa, Sumatera, Sulawesi, Madura, Bali, Lombok

Penulis: Abduh Imanulhaq | Editor: muslimah
Istimewa
Untuk memperingati_ 17 tahun Keris Indonesia diakui UNESCO sebagai warisan dunia, Komunitas Cinta Budaya (KCB) didukung Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Bentara Budaya menggelar pameran “KERIS FOR PEACE AND HUMANITY”.  

TRIBUNJATENG.COM - Komunitas Cinta Budaya (KCB) didukung Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Bentara Budaya akan menyelenggarakan pameran Keris Kasepuhan dan Keris Kamardikan dengan tajuk:

“KERIS FOR PEACE AND HUMANITY” 

Zaman boleh berubah. Namun, keris, pusaka Nusantara itu,  masih lekat di hati sebagian besar masyarakat Indonesia.

Memang tak lagi digunakan sebagai senjata dalam pertarungan seperti zaman dulu, kini keris tetap bernilai sebagai karya seni dengan estetika tinggi.

Estetika bentuk (dhapur)-nya terlihat dari keindahan anatomi keris.

Jika pedang atau golong cenderung lurus, maka sebagian bilah (wilah) keris didesain berkelak-kelok (luk) luwes, mirip liukan ular yang melata.

Ada banyak jenis luk dengan jumlah lekukan bervariasi.

Semua anasir visual keris (mencakup luk, bilah, ricikan, pegangan, warangka) mencerminkan kebudayaan masyarakat.

Setiap desain keris menggambarkan lapisan sejarah kebudayaan dari masa-masa produksinya.

Dalam setiap kebudayaan, terkandung nilai, perilaku/adat, dan material khas.

Apalagi, banyak keris yang memiliki "dongeng", seperti terkait usia, sejarah asal-usul, atau keterlibatan keris itu dalam momen-momen penting.

Lebih dari itu, sebagian keris diyakini memiliki energi spiritual tertentu.

Bagi bangsa Indonesia,  keris menjadi salah satu identitas penting yang merangkum kearifan budaya Nusantara.

Keris semakin mendunia pada tahun 2005.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved