Berita Regional

Anak Sekolah Dirudapaksa Sopir Angkot, Diancam Akan Ditabrak dengan Mobil jika Berani Kabur

Kasus pencabulan anak di bawah umur terjadi di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

tribunjateng/bram
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, ENDE - Kasus pencabulan anak di bawah umur terjadi di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Polisi menetapkan sopir angkot berinisial SMA sebagai tersangka.

Pelaku dijerat pasal 81 ayat (1) dan (2) Undang-Undang RI nomor 17 tahun 2017 tentang penetapan Perpu pengganti UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 menjadi UU Jontco pasal 76 E UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Baca juga: Paksa Pacar yang Masih SMP Berhubungan Badan, Remaja Tuban Diringkus Polisi

"Motif tersangka melakukan perbuatannya untuk memuaskan nafsu," ujar Kepala Satuan Reskrim Kepolisian Resor (Polres) Ende Iptu Yance Kadiaman, Sabtu (18/11/2022).

Yance mengatakan, pelaku sudah diamankan di sel tahanan Polres untuk proses hukum selanjutnya.

Pihaknya telah memeriksa beberapa saksi dalam kasus tersebut, di antaranya korban dan kedua orangtua korban.

Yance menerangkan, kasus pencabulan ini dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Ende, Senin (14/11/2022).

Aparat satuan reskrim kemudian melakukan penyelidikan dan mencari tahu keberadaan pelaku.

"Dalam waktu 2 x 24 jam pelaku persetubuhan anak di bawah umur berhasil diciduk," ujarnya.

Yance menuturkan, kasus ini bermula ketika korban bersama temannya sedang menunggu angkutan umum sepulang sekolah, Kamis (6/10/2022) sekitar pukul 13.00 Wita.

Keduanya kemudian diajak pelaku untuk menumpang mobil yang dikendarainya.

Pelaku lalu mengantar rekan korban ke rumahnya.

Sementara korban diajak berkeliling kota.

Setelah berkeliling kota, bukannya diantar ke rumah, pelaku justru membawa korban ke rumahnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved