Tegal Berdedikasi

Jadi Kantong Baru, Pantai Kokoba Kota Tegal Sudah Setorkan PAD Rp 200 Juta

Pantai Pulo Kodok, Pantai Komodo dan Pantai Batamsari atau disebut Pantai Kokoba, menjadi pundi-pundi baru pendapatan asli daerah (PAD) Kota Tegal. 

TRIBUN JATENG
Masyarakat sedang menikmati pantai di Objek Wisata Pantai Pulo Kodok, Kota Tegal, Minggu (3/10/2021) 

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL- Pantai Pulo Kodok, Pantai Komodo dan Pantai Batamsari atau disebut Pantai Kokoba, menjadi pundi-pundi baru pendapatan asli daerah (PAD) Kota Tegal. 

Ketiga objek wisata tersebut sudah memberikan PAD sebesar Rp 200 juta, pada Mei- November 2022.

Pemerintah Kota Tegal sendiri mengambil alih pengelolaan Pantai Kokoba, sejak 1 Mei 2022.

Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kota Tegal, Maman Suherman mengatakan, pemerintah kota mengelola tiga wisata tersebut bekerjasama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Pembagian hasil ditetapkan dalam MoU dengan besaran 70 persen masuk kas daerah dan 30 persen masuk kas Pokdarwis.

Ia mengatakan, penyetoran hasil penjualan karcis tersebut dilakukan seminggu sekali setiap senin.

Rata-rata per objek wisata bisa menyetorkan pendapatan untuk kas daerah sebanyak Rp 1,4 juta per minggu. 

"Alhamdulillah, dalam tujuh bulan ini pada Mei- November 2022, PAD dari Pantai Kokoba mencapai Rp 200 juta," kata Maman kepada tribunjateng.com, Rabu (23/11/2022). 

Maman mengatakan, Pemerintah Kota Tegal saat ini tengah fokus untuk terus memperbaiki infrastruktur dan menata Pantai Kokoba Kota Tegal. 

Hal itu untuk menunjang kebutuhan pengelolaan dan kenyamanan masyarakat saat berkunjung. 

Kemarin pun pihaknya bersama Komisi 3 DPRD Kota Tegal melakukan kunjungan untuk mendengarkan secara langsung permintaan Pokdarwis. 

"Penataan terus kami lakukan bersama Pokdarwis. Dalam dekat ini, seperti penataan pedagang di Pantai Pulo Kodok supaya jaraknya lebih jauh dari bibir pantai," ungkapnya. 

Pengurus Pokdarwis Pantai Pulo Kodok, Kasiran mengatakan, pengelolaan objek wisata yang berada di lahan pemerintah kota memang sudah diambil alih, sejak Mei 2022.

Pembagian hasilnya 70 persen masuk kas daerah dan 30 persen masuk kas Pokdarwis. 

Tetapi ia berharap, pemerintah juga memperhatikan infrastruktur yang ada di masing-masing wisata. 

Menurut Kasiran, pihaknya sudah mengajukan beberapa permohonan untuk penambahan fasilitas. 

Antara lain perbaikan akses jalan, pengurugan balongan untuk lahan parkir mobil, dan bantuan untuk pemunduran warung pedagang.

"Kami  berharap agar pemerintah kota juga memperhatikan wisatanya agar lebih bagus. Kekurangan di sini juga agar ikut diperhatikan," ungkapnya. (fba)

Baca juga: Perluas Usaha, Aplikasi Lokapasar UMKM Bangkit Asal Kab.Tegal Rambah Jawa Tengah

Baca juga: 3 Hari Terkubur Reruntuhan Akibat Gempa, Ini yang Membuat Bocah Azka Bisa Selamat, Ibunya Meninggal

Baca juga: Kakek 91 Tahun Tergeletak di Jalan, Regu Patroli Polres Tegal Sigap Bantu Antar Berobat 

Baca juga: Puluhan Santri Ikuti Lomba Pidato Bahas Inggris Pospenas, Sandi: Tidak Cari Menang, Tapi Pengalaman

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved