Gempa Cianjur

Pansela Dalam Ancaman Megathrust, Ganjar Minta Bangunan Dikonstruksi Tahan Bencana

Potensi Megathrust di Pantai Selatan (Pansela) Jawa Tengah harus diwaspadai. Gubernur Ganjar Pranowo mengimbau warga

Penulis: hermawan Endra | Editor: Catur waskito Edy
Surya/Tony Hermawan
Petugas BMKG saat memetakan potensi gempa bumi megathrust di selatan Pulau Jawa 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Potensi Megathrust di Pantai Selatan (Pansela) Jawa Tengah harus diwaspadai. Gubernur Ganjar Pranowo mengimbau warga agar mulai memperhatikan konstruksi bangunannya untuk dibuat tahan bencana.

Hal itu disampaikan Ganjar usai melepas tim relawan gabungan serta bantuan senilai Ro 1,87Miliar untuk korban bencana gempabumi Cianjur, Jawa Barat, di Halaman Kantor Pemprov Jateng, Kamis (24/11).

“Kalau yang di sekitar Kebumen dan seterusnya itu sudah kita siapin dengan desa tangguh bencana, terus kemudian kita sudah mencoba menanam cemara laut dan udah tinggi-tinggi,” kata Ganjar.

Penanaman tersebut, kata Ganjar, telah dilakukan bersama dengan BNPB dan BMKG. Selain itu, edukasi kepada masyarakat dengan melakukan simulasi juga dilaksanakan.

Terlepas dari itu, Ganjar juga mengimbau kepada masyarakat di sekitar Pansela untuk mulai memperhatikan konstruksi bangunannya. Nantinya melalui dinas terkait untuk melakukan edukasi.

“Di wilayah itu konstruksi bangunan sekarang mesti betul-betul tahan bencana, maka kalau dari dinas PUPR yang ngurusi perumahan, kita mengharapkan edukasi,” ucap Ganjar.

Ketua PP Kagama itu juga berharap dari organisasi dan pengusaha di sektor konstruksi seperti REI juga turut mengedukasi.

“Kayak kontraktor, penyedia jasa atau REI yang punya ilmu untuk membangun rumah itu, tolong sekarang mulai memasukkan ilmunya tentang bagaimana membuat bangunan yang tahan bencana,” katanya.

Teknologi yang diterapkan di Jepang, kata Ganjar, juga bisa diterapkan. Sehingga bangunan-bangunan di wilayah rawan bisa lebih tahan bencana.

“Dalam hal yang sudah jadi, itu teknologi yang di Jepang semua disuntik dengan peralatan sehingga mereka konstruksinya jauh lebih kuat. Ini penting untuk disampaikan ke warga yang ada di sana,” ujarnya.

Di sisi lain, instrumen dan sarana pendukung pencegahan atau kewaspadaan bencana juga harus disiapkan. Ganjar juga berharap peralatan yang ada diawasi agar tak dicuri.

“Early warning system juga mesti ada, kedua dipelihara jangan dicolong sehingga kemudian masyarakat betul-betul akan mendapat perhatian dan insyaallah kita bisa mengantisipasi. Sambil tentu kita menunggu dari informasi geologis yang berkembang terus,” tegasnya. (*)

Baca juga: Ratusan Peserta Ikuti Perlombaan Pencak silat Pospenas IX

Baca juga: Jokowi Vaksin IndoVac, Erick Thohir Buktikan RI Bisa Berdaulat di Kesehatan

Baca juga: Polisi Razia Warung Miras di Tayu Pati, Belasan Botol Anggur hingga Arak Disita

Baca juga: Gempur Rokok Ilegal Lewat Pagelaran Seni dan Lomba Jingle 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved