Breaking News:

Prakiraan Cuaca

PMI dan Baznas Ganti Biaya Sewa Ambulans yang Angkut 7 Korban Gempa Cianjur Asal Brebes 

PMI Kabupaten Brebes bersama Baznas mengganti biaya sewa ambulans yang mengangkut tujuh korban gempa bumi Cianjur asal Desa Banjarsari, Kecamatan Bant

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: m nur huda
Istimewa
Pemberian bantuan dan uang ganti sewa ambulans kepada keluarga korban gempa bumi Cianjur asal Desa Banjarsari, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Rabu (23/11/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - PMI Kabupaten Brebes bersama Baznas mengganti biaya sewa ambulans yang mengangkut tujuh korban gempa bumi Cianjur asal Desa Banjarsari, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Rabu (23/11/2022).

Pada pemberitaan sebelumnya, tujuh korban diangkut dalam satu ambulans karena tarif sewa yang mahal. 

Tiga korban meninggal dunia dan empat korban lainnya luka-luka. 

Mereka adalah santri di Pondok Pesantren Al-Jawahir Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. 

Ketua PMI Brebes, Wahidin Soedja mengatakan, PMI memberikan bantuan untuk keluarga korban meninggal dunia masing-masing Rp 1 juta. 

Baznas membantu dengan menggantikan biaya ambulans sebesar Rp 6 juta. 

"Kami ingin bersimpati membantu mereka. Karena saya dengar kemarin mereka dibebani biaya ambulans yang cukup besar," katanya. 

Wahidin mengatakan, pihaknya pun akan mengirimkan bantuan berupa 3.000 telur asin untuk dapur umum di Cianjur. 

Bantuan tersebut untuk membantu kebutuhan makanan siap saji para korban gempa bumi. 

"PMI akan mengirimkan 3.000 butir telur asin ke Cianjur untuk mengisi dapur umum di sana," ungkapnya. 

Sebelumnya, pada Selasa (22/11/2022), tujuh korban dibawa pulang ke kampung halaman menggunakan mobil ambulans bertuliskan Baitu Nuri Al Aminah Yayasan Mujahidin Pegawai Pertanian.


Pihak keluarga hanya mampu menyewa satu ambulans karena tarifnya mahal.


Keluarga korban, Mualimin (42) mengatakan, ambulans yang digunakan hanya satu unit karena biayanya mahal.


Semula ia berencana menggunakan tiga ambulans, tetapi dibatalkan karena tarifnya mencapai Rp 18 juta.


Akkhirnya ambulans yang digunakan hanya satu unit dengan tarif Rp 6 juta.


Menurut Mualimin, keluarga dari para korban pun merupakan kategori keluarga tidak mampu sehingga sangat keberatan. 


Tarif sebesar Rp 6 juta itu pun dibayar secara iuran.


"Mintanya mahal banget sampai Rp 18 juta. Dari pada keluar biaya besar mending satu saja," jelasnya. (fba)

 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved