Berita Pekalongan

BI Tegal bersama Pemda se-Eks Karesidenan Pekalongan Perkuat Pengendalian Inflasi

Dalam agenda tersebut juga dapat disampaikan berbagai tantangan yang dihadapi di masing-masing daerah terkait pengendalian inflasi

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muslimah
Kominfo Kota Pekalongan
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cabang Tegal bersama jajaran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dari 7 Pemerintah Daerah se-eks Karisidenan Pekalongan menggelar implementasi penguatan gerakan nasional pengendalian inflasi pangan yang dikemas dalam acara High Level Meeting TPID, di Hotel Nirwana Kota Pekalongan. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cabang Tegal bersama jajaran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dari 7 Pemerintah Daerah se-eks Karisidenan Pekalongan menggelar implementasi penguatan gerakan nasional pengendalian inflasi pangan yang dikemas dalam acara High Level Meeting TPID, di Hotel Nirwana Kota Pekalongan.

Wakil Wali Kota Pekalongan Salahudin menyampaikan apresiasi dan terimakasih, dengan adanya kegiatan tersebut.

High level meeting ini bisa dijadikan ajang berkumpul para TPID Kabupaten/Kota se-eks Karesidenan Pekalongan.

Dalam agenda tersebut juga dapat disampaikan berbagai tantangan yang dihadapi di masing-masing daerah terkait pengendalian inflasi.

"Agar harga yang diberikan ke para pengecer di Kota Pekalongan tidak terlalu tinggi. Salah satu pemicu inflasi naik adalah dari harga pasokan," kata Wakil Wali Kota Pekalongan Salahudin saat rilis yang diterima Tribunjateng.com, Jum'at (25/11/2022).

Menurutnya, jika harga pasokan bisa diturunkan, dan para pedagang tidak terlalu tinggi meraup keuntungannya, maka harga kebutuhan pokok masyarakat bisa diturunkan dan tingkat inflasi masih bisa dikendalikan.

Hal ini tentunya sangat meringankan beban masyarakat selaku konsumen.

"Upaya-upaya Pemkot Pekalongan dalam mengendalikan inflasi daerah diantaranya meningkatkan produksi pertanian, kerjasama dengan daerah lain dan stakeholder terkait dalam memastikan stok kebutuhan pokok masyarakat, dengan dana 2 persen yang jumlahnya milliaran itu kita berikan subsidi ke pengemudi angkot, tukang becak, bantuan sosial ke lansia, janda-janda kurang mampu, UMKM, dan masyarakat terdampak inflasi saat ini," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Cabang Tegal, M Taufik Amrozy mengungkapkan bahwa, kegiatan High Level Meeting TPID ini bertujuan untuk menguatkan dan mempertajam Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan.

"Kebetulan kami memiliki agenda rutin yaitu high level .eeting sebagai pertemuan para kepala daerah sebagai ketua TPID difasilitasi BI untuk mengevaluasi apa yang sudah dilakukan dan merencanakan hal-hal yang akan dilaksanakan ke depannya dalam rangka pengendalian inflasi daerah," katanya.

Taufik menegaskan, selain melaksanakan sharing session pada kegiatan ini, BI berupaya membantu masyarakat dengan membuka operasi pasar murah di beberapa lokasi untuk membantu menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga terjangkau.

"Secara jumlahnya kalau dihitung matematis memang kecil, tetapi inflasi itu bermain di tataran ekspektasi," ucapnya.

Dengan digelarnya operasi pasar murah di beberapa titik lokasi, ini membuktikan bahwa pemerintah hadir dan memastikan persediaan kebutuhan pokok masyarakat aman dan stabil.

"Sehingga, ini juga memberikan dampak psikologis mereka untuk tidak khawatir lagi akan perkembangan ekonomi ke depan," tambahnya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved