Berita Viral

Kisah Nyata Para Guru di Balikpapan, Harus Melintasi Perairan Sarang Buaya untuk Sampai Sekolah

Sejumlah tenaga pendidik di Sekolah Dasar (SD) Negeri 021 Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) harus bertaruh nyawa

Editor: muslimah
KOMPAS.COM/Ahmad Riyadi
Detik-detik saat kapal klotok karam di Teluk Balikpapan, puluhan pelajar dan guruterdampar di hutan Mangrove. 

TRIBUNJATENG.COM – Sejumlah tenaga pendidik di Sekolah Dasar (SD) Negeri 021 Balikpapan Barat, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) harus bertaruh nyawa setiap hari menuju dan pulang dari mengajar.

Ada kesalahan sedikit saja, mereka dan juga para murid bisa berakibat fatal.

Bagaimana tidak, mereka harus mengarungi Perairan Teluk Balikpapan yang merupakan habitat predator air buaya.

Pengalaman perahu bocor hingga mereka terdampar di hutan juga pernah mereka alami.

Baca juga: Sayang Kalau Tidak Diambil, Ini Cara Pengambilan Bantuan Subsidi Upah/Gaji (BSU) di Kantor Pos

Baca juga: Timnas Inggris Lewatkan Peluang Pertama, Ditahan Amerika Serikat 0-0 di Piala Dunia 2022

Sejumlah guru setiap harinya berangkat dari dermaga milik TNI di Kampung Baru Ujung, Balikpapan Barat.

Hanya menggunakan kapal klotok, mereka menuju SD Negeri 021 yang berada di kawasan Kariangau, Balikpapan Barat.

Rute air merupakan yang terpendek dan tercepat dibanding menggunakan jalur darat karena harus memutari dua kecamatan.

Guru agama di SD Negeri 021 Balikpapan Barat, Angga Eko Pambudi mengaku harus bangun pagi untuk menuju dermaga.

Sebab pada pukul 07.00 Wita, kapal akan berangkat menuju dermaga  Teluk Waru, Balikpapan Barat bersama guru lainnya dan murid yang tinggal di kawasan Kampung Baru.

"Kami semua harus tiba di dermaga sebelum jam 7. Sebab kalau tidak ya ditinggal. Karena kapalnya cuma satu kali aja.

Jadi yang enggak hadir dianggap enggak masuk sekolah. Karena sampai di dermaga sana nanti kita harus jalan kaki lagi ke dalam sekitar 30 meter," ujarnya saat dihubungi Kompas.com pada Jumat (25/11/2022).

Perjalanan menuju sekolah memakan waktu kurang lebih 20 menit.

Dalam perjalanan, kapal klotok yang mengangkut puluhan orang itu melintas di perairan Teluk Balikpapan serta hutan mangrove.

Bukan pemandangan asing bagi Angga dan para murid melihat penampakan buaya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved