Berita Ekonomi Bisnis
Aset Perbankan di Jateng Meningkat, OJK: Berbanding Lurus dengan Pertumbuhan Ekonomi
Meningkatnya aset perbankan ini berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada Triwulan III 2022 sebesar 5,28 persen (yoy).
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kinerja perbankan menunjukkan angka positif.
Tercatat, aset perbankan di Jawa Tengah mengalami peningkatan pada September 2022, tumbuh sebesar 8,94 persen (yoy).
"Angka ini berada di atas nasional yang tumbuh sebesar 7,75 persen (yoy)," kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jateng-DIY, Aman Santosa kepada Tribunjateng.com, Minggu (27/11/2022).
Baca juga: Bukan Soal Brigadir J dan Ferdy Sambo, Kamaruddin Simanjuntak Somasi Kejati Jateng Soal Pemerasan
Aman melanjutkan, meningkatnya aset perbankan ini berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada Triwulan III 2022 sebesar 5,28 persen (yoy).
Angka itu meningkat dibanding tahun sebelumnya pada Triwulan III 2021 yang tumbuh sebesar 2,73 persen (yoy).
Dijelaskan, pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah Semester III didukung oleh sektor transportasi dan pergudangan yang tumbuh 98,53 persen (yoy).
Lalu, akomodasi makanan dan minuman sebesar 24,33 persen (yoy), diikuti jasa lainnya sebesar 12,16 persen (yoy).
Baca juga: Hadir di Rapimwil PPP Jateng, Ganjar Disambut Sorak Sorai Presiden
"Sementara itu sektor pertanian sebagai sektor terbesar kedua setelah industri pengolahan dalam struktur ekonomi Jawa Tengah mengalami kontraksi sebesar -1,17 persen."
"Ini karena mayoritas padi dan tanaman lain tidak panen pada periode ini," tambahnya.
Di sisi lain, Aman menambahkan, kredit perbankan di Jawa Tengah pada September 2022 tumbuh sebesar 9,64 persen (yoy), meningkat dibandingkan bulan lalu yang tumbuh 9,08 persen (yoy).
Namun, kata dia, pertumbuhan kredit tersebut masih di bawah Nasional yang tumbuh 11,00 persen (yoy).
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) Jawa Tengah tumbuh 5,35 persen (yoy), di bawah pertumbuhan nasional 6,82 persen (yoy).
Baca juga: Ini Deretan Nama Penerima Penghargaan Tokoh Inspiratif Jateng 2022
"DPK lebih rendah karena dana korporasi yang banyak digunakan untuk investasi dan konsumsi," sambungnya.
Ia menambahkan, porsi penyaluran kredit kepada UMKM di Jawa Tengah dan DIY sebesar 49,37 persen dan 49,04 persen.
Angka itu lebih tinggi dibandingkan Nasional 21,53 persen dan arahan Presiden agar porsi UMKM sebesar 30 persen pada 2024.