Berita Regional

Lokasi Longsor Cianjur Terkenal Dengan Cerita Mistis, Warga Beberkan Kisah Horor

Lokasi longsor Jalan Cipanas-Cianjur, Desa Cibeureum, Kecamatan Cugunang, Cianjur, Jawa Barat terkenal dengan kisah mistis.

Editor: rival al manaf
(TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)
Tim SAR gabungan menghentikan sementara operasi SAR di titik longsor Jalan Labuan Cianjur atau Jalan Cipanas-Cianjur, Desa Cibeureum, Kecamatan Cugunang, Jawa Barat, Jumat (25/11/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, CIANJUR - Lokasi longsor Jalan Cipanas-Cianjur, Desa Cibeureum, Kecamatan Cugunang, Cianjur, Jawa Barat terkenal dengan kisah mistis.

Salah satu yang paling banyak beredar adalah penjual sate yang mendapati uang pembeli berubah jadi daun.

Cerita tersebut diceritakan oleh Warga sekitar berinisial DA (50).

Adalah kemunculan makhluk asing dari atas bukit Palalalong yang membeli sate di tempat tersebut menjadi titik ceritanya.

Baca juga: Buka Munas Matakin, Ganjar; Semangat Kontribusinya Harus Disambut Baik

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Wilayah Tegal Raya Minggu (27/11/2022), Hujan Ringan Pada Siang Sampai Malam 

Baca juga: Tetap Buka, Pelayanan Samsat Keliling Di Cilacap Minggu 27 November 2022 Hadir Di Terminal Kroya

Memang ada sebuah vila pada lokasi atas bukit Palalangon itu, tapi pemukiman warga tak ada.
Saat kejadian, uang yang diberikan ke penjual sate mendadak jadi daun setelah pembelinya balik ke atas bukit Palalangon.

"Kalau dulu kan suka ada tukang sate juga disini ya, tapi yang beli suka dari atas (bukit) padahal bukan orang," kata DA saat ditemui wartawan TribunJakarta, Sabtu (26/11/2022).

"Yang belinya itu uangnya itu jadi daun. Ini agak-agak angker dulu," jelasnya.

Menurut DA, jalur yang kini tertimbun longsor disebut memang angker sejak dulu.

Resminya, jalur tersebut adalah Jalan Labuan Cianjur, tapi orang kadung menyebutnya Jalan Cipanas-Cianjur.

 "Ini dulunya tempat angker ini, suka kalau lewat sini adalah. Dulu nggak rame kaya gini," ujar DA.

Bukan hanya itu saja, DA mengungkapkan banyak laporan dari masyarakat lainnya yang kerap diganggu dan mengalami hal serupa.

Apalagi dahulu, jalur tersebut masih belum banyak dilintasi masyarakat umum.

"Iya banyak cerita cerita dari orang. Tempatnya dulu nggak begini. Emang hutan-hutan begini," ujarnya.

"Dulu ngga ada jalan raya dan nggak sebesar ini. Jalan biasa saja," kata dia.

DA menjelaskan lokasi Warung Sate Shinta dulunya kosong alias hanya diisi tanah terjal dan pepohonan. 

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved