Berita Nasional

2 Kali Sebut Pemimpin Berambut Putih, Ini Pengarahan Lengkap Jokowi ke Relawan

Acara tersebut diikuti oleh ribuan relawan Jokowi dari berbagai daerah dan elemen masyarakat

Editor: muslimah
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Presiden RI Joko Widodo menghadiri acara Gerakan Nusantara Bersatu di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022) 

TRIBUNJATENG.COM - Presiden Jokowi menjad sorotan setelah memberikan pengarahan khusus kepada relawannya dalam memilih sosok pemimpin yang akan meneruskan kinerjanya setelah 2024 mendatang. Arahan itu disampaikan pada acara Gerakan Nusantara Bersatu yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta pada Sabtu (26/10/2022).

Yang menjadi viral adalah soal ia menyebut ciri-ciri fisik calon presiden yang layak dipilih pada pemilu 2024.

Ia menyebut sosok yang banyak kerut di wajah hingga rambut putih semua.

Sampai dua kali ia menyebut kriteria tersebut.

Baca juga: 5 Berita Populer: Nia Ramadhani Ogah Bongkar Sumber Narkoba hingga Bullying Siswi SD di OKU

Baca juga: Jokowi Disebut Dukung Ganjar soal Pernyataan Calon Pemimpin Berambut Putih

Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam menilai, bukan tanpa alasan Presiden Joko Widodo menyinggung soal "pemimpin berambut putih" saat hadir dalam acara temu relawannya, Sabtu (26/11/2022).

Menurut Umam, orang nomor satu di Indonesia itu lagi-lagi hendak melempar sinyal dukungan buat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo maju di panggung pemilu presiden (pilpres).

"Konsolidasi relawan Jokowi kemarin bisa dimaknai sebagai manuver politik untuk mengokohkan framing narasi pentingnya mengusung Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024," kata Umam kepada Kompas.com, Minggu (27/11/2022).

Umam menduga, ada campur tangan orang-orang di lingkaran Jokowi dalam acara temu relawan tersebut.

Sebab, Jokowi tak hanya hadir dalam kegiatan itu, tetapi juga menyampaikan "kode keras" soal kriteria pemimpin yang memikirkan rakyat, yang mana itu mengarah ke sosok Ganjar.

Menurut Umam, pernyataan Jokowi soal kriteria pemimpin tersebut bisa jadi bertujuan untuk memunculkan gelombang dukungan rakyat.

"Pada titik tertentu juga diharapkan bisa memengaruhi atau bahkan mendikte keputusan partai politik yang memiliki hak konstitusional sebagai pengusung capres," ujarnya.

Kendati demikian, lanjut Umam, manuver lingkaran Jokowi ini seolah menantang pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI-P pada Juni lalu.

Sebab, saat itu Megawati telah memperingatkan dan melarang keras para kadernya untuk bermanuver terkait pencapresan 2024.

Bahkan, barisan Dewan Kolonel yang tak lain adalah forum sejumlah kader PDI-P untuk mendukung Puan Maharani menjadi capres telah ditertibkan oleh partai.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved