Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Hasil Tangkapan Ikan Nelayan Turun, Ini Upaya Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng

Hasil tangkapan ikan di Jawa Tengah cenderung mengalami penurunan dua tahun terakhir. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng Fendiawan Ti

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Focus Group Discussion (FGD) Kadin Jateng bersama DPRD Jawa Tengah di salah satu hotel Kota Semarang, Senin (28/11/2022). Kegiatan itu juga melibatkan dinas terkait, perwakilan dari persatuan nelayan, dan akademisi. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hasil tangkapan ikan di Jawa Tengah cenderung mengalami penurunan dua tahun terakhir.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng Fendiawan Tiskiantoro menyebutkan, penurunan produksi tangkap terjadi sejak tahun 2020.

Tercatat, produksi tangkap tahun 2021 yakni sebanyak 330.293 ton, turun dari produksi tangkap tahun 2020 yang sebanyak 433.938 ton.

"Tahun 2020-2021 terjadi penurunan. Tahun 2021, produksi kita sekitar 330.000 ton. 

Mungkin turun karena tahun 2020-2021 masih ada pandemi covid-19, sehingga berpengaruh terhadap aktivitas penangkapan ikan, banyak kapal tidak berlayar," terangnya di sela Focus Group Discussion (FGD) Kadin Jateng bersama DPRD Jawa Tengah di salah satu hotel Kota Semarang, Senin (28/11/2022).

Fendiawan lebih lanjut mengatakan, jika dilihat dari data sejak tahun 2018, hasil tangkap ikan terjadi secara fluktuatif.

Tercatat produksi tangkap tahun 2018 sendiri sebanyak 446.277 ton dan tahun 2019 mengalami peningkatan menjadi 495.356 ton.


Setelah itu, mengalami penurunan tahun 2020 dan 2021.


"Ini fluktuatif. Tahun 2022 mudah-mudahan mulai normal dan hasil tangkapan sesuai target," tambahnya.

 

Sementara itu, untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan para nelayan di Jawa Tengah, Fendiawan mengatakan, dukungan diberikan yakni teknologi tangkapan ikan baik berbasis satelit maupun berbasis radio.


Dikatakan, teknologi berbasis satelit telah diujicobakan tahun ini dengan pemasangan alat di atas kapal berukuran di bawah 30 GT.


Adapun uji coba dilakukan di wilayah pantai utara dan pantai selatan.


Sedangkan teknologi berbasis radio, rencana tahun depan akan memasang 10 alat.


"Untuk satelit tahun ini ada 13 alat. Rencana nanti di Cilacap, Kebumen, Batang, dan Rembang. Ini merupakan pilot project, jadi kami mengadakan alat ini kemudian kami coba ke mereka.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved