Kamis, 28 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Solo

Bagus Bangga Flyover Purwosari Solo Paling Instagramable: Dulu sini macet plus angker

Palang pintu perlintasan kereta api di Purwosari, Kota Solo, Jawa Tengah, cukup tersohor wilayah paling macet serta rawan kecelakaan.

Tayang:
Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: rival al manaf
ist/Kementerian PUPR
Warna-warni lampu LED Flex dot menghiasi Flyover Purwosari saat malam hari. 

Manfaat lain ialah konsep pembangunan Flyover yang dinilai sangat Instagramable. Dapat dilihat dari adanya Lampu hias LED Flex dot, ornamen penari Gambyong, belasan hiasan varian batik, dan Skate Park di kolong Flyover.

Ornamen Gambyong di sisi timur dan barat Flyover Purwosari, Kota Solo.
Ornamen Gambyong di sisi timur dan barat Flyover Purwosari, Kota Solo. (Istimewa)

Bagus Aji merasa Purwosari kini tidak sekelam dulu. Purwosari nyaman untuk nongkrong sembari berswafoto, banyak gerai kuliner modern dibangun di kawasan Flyover.

"Setahu saya ini yang bangun Pak Rudi (mantan Wali Kota Solo) dan Pak Ganjar (Gubernur Jawa Tengah)," tandasnya.

Di sisi barat Stasiun Purwosari telah dibangun Skatepark. Area itu sering jadi tempat berkumpul anak-anak muda pun lokasi latihan komunitas skateboard. Ketua Skate Board Solo, Maman bersyukur pemerintah daerah menyediakan Skate Park. Baginya area itu wujud perhatian pemerintah ke komunitas Skate Board, khususnya di Kota Solo.

"Dulu latihannya pindah-pindah dan tidak ada fasilitas yang bagus. Kalau di sini fasilitasnya sudah bagus dan kami bisa gantian latihannya dengan kelompok skater lain," tambahnya.

Selain Skate Park, ada pula ornamen simbol dua Penari Gambyong. Ornamen ditempatkan di sisi Barat dan Timur Flyover Purwosari. Pemilihan ornamen penari Gambyong berdasar filosofi yang mengartikan tarian selamat datang di Kota Solo.

Flyover Solusi Kemacetan

Pakar Tata Kelola Kota Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rizon Pamardhi
Pakar Tata Kelola Kota Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rizon Pamardhi (Istimewa)

Pakar Tata Kelola Kota Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rizon Pamardhi mengatakan pembangunan Flyover Purwosari utamanya sebagai solusi pengurai kemacetan. Terlebih di kawasan itu terdapat persilangan kereta api.

"Kereta api memang angkutan yang punya prioritas, sehingga tidak boleh ada gangguan. Seandainya warga ngotot dulu tanpa flyover ya resikonya ada banyak gangguan palang. Secara teoritik, flyover memberikan kelancaran," jelas Rizon.

Pembangunan Flyover Purwosari itu, tambah Rizon, membuat perjalanan kereta api dan kendaraan yang melintas sama-sama lancar.

Menyoal kota lain yang tetap macet meski memiliki flyover, Rizon menegaskan hal tersebut kasuistis dan tidak bisa disamaratakan.

"Kalau di Jakarta tetap macet meski sudah ada flyover, itu barangkali masalahnya ada di tingginya animo orang berkendara di sana," imbuh Rizon.

Perlu diketahui, Flyover Purwosari diresmikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo; Menteri PUPR, Basuki Hadi Moeljono; dan Wali Kota Solo saat itu FX Hadi Rudyatmo pada 13 Februari 2021.

Flyover Purwosari dibangun selama 14 bulan dimulai 8 Januari 2020 dengan anggaran senilai Rp 114,2 miliar.

“Flyover-nya bagus. Mudah-mudahan tidak macet lagi. Menarik, itu di tengah-tengah flyover ada menara masjid persis di tengahnya. Cantik. Selamat ya,” kata Ganjar kala peresmian.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved