Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Solo

Bagus Bangga Flyover Purwosari Solo Paling Instagramable: Dulu sini macet plus angker

Palang pintu perlintasan kereta api di Purwosari, Kota Solo, Jawa Tengah, cukup tersohor wilayah paling macet serta rawan kecelakaan.

Tayang:
Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: rival al manaf
ist/Kementerian PUPR
Warna-warni lampu LED Flex dot menghiasi Flyover Purwosari saat malam hari. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Palang pintu perlintasan kereta api di Purwosari, Kota Solo, Jawa Tengah, cukup tersohor wilayah paling macet serta rawan kecelakaan.

Mengapa demikian? Sebelum melintas rel ada pertigaan Kerten dan perempatan Purwosari yang menyumbang ketersendatan arus kendaraan.

Kondisi kemacetan bisa lebih parah saat kereta api melintas. Padahal, jadwal kereta yang melintas terbilang cukup ramai.

Tiap kali palang kereta api ditutup, pasti terjadi kemacetan kurang lebih 300 meter di kedua arah, Solo dan Kartasura.

Baca juga: Ribuan Personel Gabungan TNI-Polri Akan Diterjunkan dalam Pesta Pernikahan Kaesan-Erina di Solo

Baca juga: UMK 2023 Solo Diumumkan Besok Rabu, Gibran: Angka Sudah Ada, Dipastikan Naik

Selain biang macet, palang pintu perlintasan kereta api di Purwosari kerap menimbulkan kecelakaan. Hal ini disebabkan rel kereta api yang tidak tegak lurus sejajar jalan raya. Tetapi membentuk sudut 41 derajat.

Saking tingginya angka kecelakaan di wilayah itu, warga setempat melabeli Purwosari sebagai kawasan angker.

"Kelingan mbiyen kene macet plus angker, pendak byar ono wae wong mati ketabrak sepur. Mbuh kui nglalu, utowo nasib (Teringat dulu sini macet dan angker, sering saja ada orang meninggal tertabrak kereta api. Entah itu bunuh diri atau sudah nasib)," kata sekuriti parkir setempat, Bagus Aji (35), saat ditemui Tribun Jateng, Jumat (25/11/2022) malam.

Tidak sedikit cerita horor seputar Purwosari. Sebut saja isu penampakan Memedi Gembung Tanpo Sirah, Biyung Tulung, Gundul Pringis, Tek-Tekan dan sebagainya.

Pun ada cerita horor bahwasanya korban yang melintasi rel seakan tak fokus. Ada isu korban mendadak mengantuk ketika melintasi rel.

Bagus Aji menuturkan kentalnya persepsi masyarakat soal keangkeran Purwosari membuat para pencari nomor berdatangan. Mereka mencari peruntungan tebak angka judi capjikia, togel dan sebagainya.

Kebanyakan pencari nomor mencatat berdasar identitas 4 digit plat kendaraan terlibat kecelakaan. Selain itu, ada yang menggunakan nomor sesuai waktu kejadian kecelakaan berdasar jam pun tanggal.

"Saya sampai niteni pendak malam Jumat dan Selasa Kliwon pasti ada yang masang ubo rampe bunga dan sajen di dekat palang. Katanya sebagai syarat aja biar tak banyak korban jiwa," ungkapnya.

Pembangunan Flyover Purwosari, menurut Bagus, menimbulkan banyak manfaat. Kesan angker kini memudar seiring jarang terjadi kecelakaan kereta api. Bisa dibilang Zero Accident.

Selanjutnya, jarang terjadi kemacetan lalu lintas, kecuali hari dan jam tertentu. Titik kemacetan di simpang Solo View. Terdapat titik putar balik kendaraan dari Kartasura (arah barat).

"Sebelum dibangun flyover, tiap ada kereta api lewat pasti macet. Jalannya tergolong kecil, sedangkan yang lewat bus, truk campur motor dan mobil dua arah Solo-Kartasura,"beber Bagus.

Manfaat lain ialah konsep pembangunan Flyover yang dinilai sangat Instagramable. Dapat dilihat dari adanya Lampu hias LED Flex dot, ornamen penari Gambyong, belasan hiasan varian batik, dan Skate Park di kolong Flyover.

Ornamen Gambyong di sisi timur dan barat Flyover Purwosari, Kota Solo.
Ornamen Gambyong di sisi timur dan barat Flyover Purwosari, Kota Solo. (Istimewa)

Bagus Aji merasa Purwosari kini tidak sekelam dulu. Purwosari nyaman untuk nongkrong sembari berswafoto, banyak gerai kuliner modern dibangun di kawasan Flyover.

"Setahu saya ini yang bangun Pak Rudi (mantan Wali Kota Solo) dan Pak Ganjar (Gubernur Jawa Tengah)," tandasnya.

Di sisi barat Stasiun Purwosari telah dibangun Skatepark. Area itu sering jadi tempat berkumpul anak-anak muda pun lokasi latihan komunitas skateboard. Ketua Skate Board Solo, Maman bersyukur pemerintah daerah menyediakan Skate Park. Baginya area itu wujud perhatian pemerintah ke komunitas Skate Board, khususnya di Kota Solo.

"Dulu latihannya pindah-pindah dan tidak ada fasilitas yang bagus. Kalau di sini fasilitasnya sudah bagus dan kami bisa gantian latihannya dengan kelompok skater lain," tambahnya.

Selain Skate Park, ada pula ornamen simbol dua Penari Gambyong. Ornamen ditempatkan di sisi Barat dan Timur Flyover Purwosari. Pemilihan ornamen penari Gambyong berdasar filosofi yang mengartikan tarian selamat datang di Kota Solo.

Flyover Solusi Kemacetan

Pakar Tata Kelola Kota Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rizon Pamardhi
Pakar Tata Kelola Kota Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rizon Pamardhi (Istimewa)

Pakar Tata Kelola Kota Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rizon Pamardhi mengatakan pembangunan Flyover Purwosari utamanya sebagai solusi pengurai kemacetan. Terlebih di kawasan itu terdapat persilangan kereta api.

"Kereta api memang angkutan yang punya prioritas, sehingga tidak boleh ada gangguan. Seandainya warga ngotot dulu tanpa flyover ya resikonya ada banyak gangguan palang. Secara teoritik, flyover memberikan kelancaran," jelas Rizon.

Pembangunan Flyover Purwosari itu, tambah Rizon, membuat perjalanan kereta api dan kendaraan yang melintas sama-sama lancar.

Menyoal kota lain yang tetap macet meski memiliki flyover, Rizon menegaskan hal tersebut kasuistis dan tidak bisa disamaratakan.

"Kalau di Jakarta tetap macet meski sudah ada flyover, itu barangkali masalahnya ada di tingginya animo orang berkendara di sana," imbuh Rizon.

Perlu diketahui, Flyover Purwosari diresmikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo; Menteri PUPR, Basuki Hadi Moeljono; dan Wali Kota Solo saat itu FX Hadi Rudyatmo pada 13 Februari 2021.

Flyover Purwosari dibangun selama 14 bulan dimulai 8 Januari 2020 dengan anggaran senilai Rp 114,2 miliar.

“Flyover-nya bagus. Mudah-mudahan tidak macet lagi. Menarik, itu di tengah-tengah flyover ada menara masjid persis di tengahnya. Cantik. Selamat ya,” kata Ganjar kala peresmian.

Pejabat Pembuat Komitmen BBPJN Jateng-DIY, Tisara Sita menjelaskan spesifikasi Flyover Purwosari. Panjang total Flyover capai 700 meter.

"Kelengkapannya meliputi jalan pendekat sebelah barat sepanjang 242 meter, panjang jembatan 198 meter, lalu jalan pendekat sebelah timur sepanjang 260 meter," jelasnya.

Teknologi bangunan Flyover Purwosari menggunakan Corrugated Mortar Busa Pusjatan (CMP). Teknologi CMP digunakan berdasar durasi pengerjaan yang lebih singkat dan biaya yang lebih terjangkau bila dibandingkan konstruksi konvensional.

Flyover Purwosari merupakan satu dari 9 Flyover dan Underpass yang digagas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Di antaranya, Flyover Ganefo di Demak; Flyover Palur di Karanganyar; Flyover Dermoleng dan Kretek di Brebes; Flyover Klonengan dan Kesambi di Tegal; Underpass Jatingaleh di Semarang; Flyover Purwosari dan Simpang Joglo di Solo.

(dna)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved