Berita Banyumas

UMK Banyumas 2023 Belum Mencapai Titik Temu, SPSI Usulkan Kenaikan 13 Persen

Upah Minimum Kabupaten (UMK) Banyumas di Tahun 2023 belum mencapai titik temu atau keputusan final.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/ Permata Putra Sejati 
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UKM (Dinakerkop UKM) Kabupaten Banyumas, Bejo Siswanto, saat ditemui Tribunbanyumas.com, di GOR Satria, Purwokerto, Rabu (30/11/2022). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Upah Minimum Kabupaten (UMK) Banyumas di Tahun 2023 belum mencapai titik temu atau keputusan final.

Sejumlah unsur yang ikut terlibat dalam merumuskan UMK Banyumas belum mencapai kata sepakat.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UKM (Dinakerkop UKM) Kabupaten Banyumas, Bejo Siswanto mengatakan pihaknya masih berdiskusi dengan serikat pekerja.

"Hari ini rencananya akan dilanjutkan diskusinya dan memang belum mencapai titik temu. 

Mungkin awal Desember akan kita sepakati dan segera usulkan," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (30/11/2022).

UMK Banyumas diperkirakan tidak akan mengalami kenaikan signifikan dibandingkan tahun ini.

UMP Jateng baru diputus tanggal 28 November lalu.

Dalam minggu ini, beberapa pihak masing melakukan rapat - rapat dengan lintas kepentingan, seperti pengusaha hingga organisasi yang menaungi para pekerja.

"Ada kenaikan, cuman beberapa persen dari sekarang dan belum ada putusan," ujarnya.

Sementara itu Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Banyumas, Haris Subiyakto mengungkapkan pihaknya mengusulkan 13 persen kenaikan UMK senilai Rp2,5 juta dari sebelumnya Rp1.97 juta. 

"Usulan kenaikan 13 persen kami juga karena melihat inflasi saat ini.

Kemudian juga menyesuaikan dengan harga - harga kebutuhan pokok saat ini," ungkapnya. (jti) 

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved