Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wawancara Khusus

Wakil Ketua KPK Johanis Tanak Bangga Menjadi Orang Toraja

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johanis Tanak merupakan putra berdarah Toraja.

Editor: rustam aji
tribunnews
Wakil Ketua KPK Johanis Tanak 

Saya mau tanya kelebihan kopi Toraja. menurut Bapak, dibandingkan kopi lainnya itu apa?

Pengetahuan saya sih kopi Toraja itu punya rasa tersendiri ya, asamnya ada, pahit-pahitnya ada. Enak.

Dan Kebetulan saya bisa menikmati kopi ketika kopi itu tanpa gula. Kalau sudah ada gula rasanya tidak nikmat. Tanpa gula baru terasa nikmatnya kopi Toraja.

Tapi mungkin Pak Febby perlu tahu sedikit tentang tahu saya khususnya Nama saya nama saya Johanis, itu nama yang diberikan oleh orangtua. Kalau Tanak itu, sebenarnya sudah keliru. Karena saya lahir di kota orang, bapak saya dari kepolisian, kemudian kurang waktu untuk berdiskusi, sehingga waktu ketika ditulis di sekolah itu Tanak.

Padahal seharunya orang nama bapak saya itu Ta'nak. Itu baru punya makna dalam bahasa Toraja katanya. Bahasa Toraja artinya maknanya itu bibit padi di persemaian yang kemudian akan dipindahkan ke sawah. Jadi Itu sekilas saja tentang Ta'nak. Tapi skrng lebih umum dipanggil Tanak.

Meskipun tidak lahir dan besar di Toraja, Apakah Bapak secara berkala juga berkunjung ke wilayah Toraja?

Saya pertama kali ke Tana Toraja itu menjelang tamat SMA, pertama kali saya ke tanah Toraja. Ya kemudian jarang pergi ke Toraja tetapi ketika Bapak saya Sudah pensiun dan tinggal di Makassar hampir setiap tahun kami berkunjung sampai dengan beliau meninggal hampir setiap tahun juga. Kemudian kami ziarah ke makam beliau. Makam Bapak ada di tana Toraja, di Sadan, Kabupaten Toraja Utara.

Ketika berziarah tentu memanfaatkan waktu juga mengunjungi lokasi-lokasi tertentu. Apakah punya tempat favorit yang dikunjungi setiap kali Bapak pergi ke tanah Toraja dan sekitarnya?

Saya lebih suka di rumah tetapi ketika saya ke Toraja juga untuk pertama kali. saya mengunjungi juga tempat-tempat wisata Tanah Toraja di mana tempat-tempat pemakaman. Lupa saya ada di, ada juga air panas di sana namanya di Makula, Nah itu juga enak air panasnya kemudian saya lupa nama-namanya di Toraja itu.

Inilah susahnya orang Toraja yang tidak tinggal di sana tetapi ketika saya ditanya Pak Tanak orang apa, saya pasti menjawab saya adalah orang Toraja.

Kalau boleh tahu apakah Bapak juga bisa berbahasa Toraja?

Nah itu masalah, saya tidak bisa bahasa Toraja, karena saya sebagai, karena bapak saya seorang polisi kami tinggal di asrama dari lahir sampai Bapak pensiun tinggal di asrama. Jadi kami berbaur dengan anak-anak asrama. Kemudian orang tua itu selalu piket dan sebagainya jarang di rumah, pulang di rumah kami ini sudah tidur, pergi ke kantor kami baru pergi sekolah, jadi susah berkomunikasi. Walaupun Mama saya sendiri orang Toraja.

Jadi sehari-hari Bapak berkomunikasi dengan anggota keluarga menggunakan bahasa Indonesia tidak menggunakan bahasa Toraja?

Bahasa Indonesia Pak. Dan tidak pernah menggunakan bahasa Toraja. Itu kekurangan kami. Itu penyesalan juga sih.

Dan apakah juga putra-putri bapak juga tidak bisa bahasa Toraja?

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved