Wawancara Khusus
Wakil Ketua KPK Johanis Tanak Bangga Menjadi Orang Toraja
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johanis Tanak merupakan putra berdarah Toraja.
Kebetulan putra-putri saya sudah lahir di Jakarta. Mamanya juga bukan orang Toraja, jadi tambah tidak ngerti bahasa Toraja.
Saya mohon maaf untuk keluarga besar orang Toraja. Tidak bermaksud untuk itu.
Pak Apakah nanti nantinya juga berkeinginan untuk mendirikan rumah adat Tongkonan. Menurut Bapak apakah perlu nanti bapak ini punya satu rumah Tongkonan, untuk ngariung bersama keluarga besar Tanak?
Kebetulan Papa saya sudah mendirikan Tongkonan di sana. Jadi kami hanya menjaga merapikan cuman yang ingin kami tambahkan itu karena luasan tanah terbatas. Jadi kami hanya menambahkan lumbung. Untuk padi. Karena untuk mendirikan lagi rumah Tongkonan itu memerlukan tempat yang cukup lumayan, sementara tempat Papa saya kampung kecil lahannya.
Lahan datarnya kecil cuma ada bukit-bukit, jurang-jurang. Jadi tidak mungkin membuat rumah adat berjurang. Rumah adatnya kebetulan tanah datarnya kurang.
Dan kemudian merapikan Tongkonan itu agak lebih rapi supaya ada keluarga datang, mereka mau juga menginap di dalam rumah Tongkonan itu. Jadi rapi di dalam pun rapi. kalau kita di dalam sudah kelihatan agak cukup mewah lah.
Bukan dalam hati mewah yang bagaimana mewah dalam arti dinding-dindingnya ditutupi triplek dipasang plafon sehingga lebih kelihatan cakep dan layak untuk ditiduri kalau teman-teman datang dan pengen tinggal di kampung.
Biar merasa enak kalau tinggal di rumah Tongkonan itu enak juga.
Di Kampung apa, Pak?
Itu adanya di kampung Kabupaten Toraja Utara, Kecamatan Sadan Matalo. Itu sudah salah-salah saya sebutnya. Haha
Meskipun tidak pernah hidup dan besar di Toraja, apakah bapak punya makanan favorit, makanan favorit dari Toraja?
Saya senang kalau datang ke sana itu kalau saudara saya, ada sepupu saya di sana dia beli ikan mas, kemudian diaduk campur sayur-sayur, apa saya tidak begitu paham. Kemudian dia taruh di dalam bambu. Kemudian di dalam bambu dibakar itu nikmatnya tiada tara. Pa'piong Ikan Mas. (Tribun Network/ Yuda).