Berita Sukoharjo
Ada 813 ODHA di Sukoharjo, Pemkab Dorong Sinergitas Tanggulangi HIV/AIDS
Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2022 yang jatuh pada (1/12/2022) jadi momentum untuk memperkuat sinergitas dalam mencegah dan mengendalikan HIV-AI
Penulis: khoirul muzaki | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO -- Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2022 yang jatuh pada (1/12/2022) jadi momentum untuk memperkuat sinergitas dalam mencegah dan mengendalikan HIV-AIDS.
Banyaknya orang dengan HIV- AIDS (ODHA) di Kabupaten Sukoharjo menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.
Berdasarkan data, jumlah ODHA di Kabupaten Sukoharjo mencapai 813 orang.
Ini disampaikan Ketua Pelaksana KPA yang juga Wakil Bupati, Agus Santosa. Dari Dari jumlah itu, rinciannya 361 orang ODHA pernah pengobatan Antiretroviral (ARV) dan 261 ODHA yang masih minum ARV.
Agus menyampaikan, dari angka itu, diketahui 65 persen di antaranya berjenis kelamin laki-laki dan 35 persen perempuan.
Di antara upaya pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukoharjo menggelar “Talkshow Pengetahuan Komprehensif HIV-AIDS” di Gedung Menara Wijaya, Kamis (1/12/2022).
“Peringatan hari AIDS sedunia tahun 2022 di Kabupaten Sukoharjo sasaran utamanya adalah guru BK tingkat SMP, SMA, MA dan SMK,” ujarnya, Jumat (2/12/2022)
Kegiatan dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan guru tentang bahaya seks yang bisa menyebabkan HIV-AIDS. Dengan begitu guru BK diharapkan sebagai sumber informasi bagi anak didiknya terkait pengetahuan HIV-AIDS.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani mengatakan, tema tahun ini “Satukan Langkah Cegah HIV, Semua Setara Akhiri Aids” mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk semakin memperkuat komitmen, dan bersinergi dalam melaksanakan pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS, guna mencapai Ending AIDS tahun 2030.
Menurut Bupati, keberhasilan pencegahan dan pengendalian HIV dan AIDS sangat ditentukan oleh kerjasama seluruh jajaran lintas-sektor kementerian/lembaga dan Pemerintah Daerah serta dukungan seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu peran dan dukungan berbagai kelompok masyarakat, seperti orang dengan HIV, orang yang berisiko tertular, masyarakat umum dan kalangan mahasiswa dan pelajar juga sangat penting.
Sasaran pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS di Indonesia adalah mencapai 3 zeroes, yaitu tidak ada lagi kasus HIV, tidak ada lagi kematian terkait AIDS, dan tidak ada stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV menuju Ending AIDS tahun 2030.
“Upaya yang perlu kita lakukan adalah memperluas cakupan pelayanan kesehatan, meningkatkan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu, termasuk pelayanan pencegahan dan pengendalian HIV-AIDS,"katanya
Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Besok Sabtu 3 Desember 2022, Cancer Lebih Baik Patah Hati
Baca juga: Durasi Berhubungan Intim yang Ideal Sesuai Usia Menurut Dokter Boyke, Penyebab Intensitas Berkurang
Baca juga: Model Pembelajaran Cooperative Learning Pada Pembelajaran Narrative Text
Baca juga: Peningkatan Hasil Belajar Matematika melalui Pembelajaran Jigsaw
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/peduli-AIDS-oleh-Bupati-Sukoharjo.jpg)