Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Fokus

Fokus : Generasi Bikin Resah!

”Ting!,” bunyi pesan singkat masuk ke ponsel Mas Bambang. “Ora iso ngunu kuwi!,” Mas Bambang mendadak emosi.

Penulis: galih permadi | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/grafis/bram
Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi 

Oleh Galih Permadi

Wartawan Tribun Jateng

”Ting!,” bunyi pesan singkat masuk ke ponsel Mas Bambang. “Ora iso ngunu kuwi!,” Mas Bambang mendadak emosi. “Sabar Mas Mbang. Ana apa tho?,” tanya Slamet mencoba meredakan emosi kawannya itu.

Mas Bambang mendapat pesan singkat dari istrinya yang isinya Paijo, anak pertamanya, yang masih duduk di kelas II di ”smackdown” Bejo, kakak kelas VI hingga kepala terbentur tanah. Paijo mengaku sakit di bagian kepala.

Pihak sekolah juga sudah mempertemukan Paijo dengan Bejo yang mengaku membanting lantaran diejek. Namun ketika ditanya mengejek apa? Dia diam tak menjawab.

Pihak sekolah sudah mendamaikan dan meminta orang tua Bejo menghubungi istri Mas Bambang untuk meminta maaf. Namun yang tak habis pikir, menurut cerita Paijo, tak angin tak ada hujan Bejo mendadak mengejarnya.

Paijo berhasil lolos dari kejaran Bejo, tapi dua anak suruhan Bejo berhasil membawa Paijo ke lapangan hingga aksi banting terjadi. “Kaya gangster bae!,” kata Mas Bambang sambil mengambil kopi di lantai angkruk.

Lain cerita soal anak 11 tahun di Tasikmalaya meninggal seusai dirundung 4 temannya di medio tahun ini. F dipaksa menyetubuhi kucing sambil direkam menggunakan ponsel. Videonya pun tersebar di media sosial. Diduga depresi, F kemudian sakit dan meninggal di rumah sakit.

F enggan makan dan sering melamun serta murung. Tak hanya itu, F juga sering mendapat pukulan dari teman-temannya itu.

Kasus terbaru yakni kasus pembunuhan yang dilakukan Dhio Daffa (22) warga Magelang. Bukan perundungan yang dilakukan, melainkan Dhio meracun Ayah, Ibu dan kakaknya hingga tewas. Alasan awal, Dhio merasa terbebani lantaran dituntut bekerja setelah ayahnya pensiun. Uang pensiun digunakan untuk berobat ayahnya.

Namun hal itu dibantah paman Dhio, Sukoco yang mengatakan keponakannya itu sosok yang sering berbohong. Ayah Dhio juga tidak dalam kondisi sakit.

Sukoco mengatakan, Dhio yang merupakan anak kedua dari keluarga ini lah yang justru membebani perekonomian keluarga. Dhio menghabiskan uang Rp 32 juta tiap bulannya. "Bahkan justru yang merusak dana-dana orang tua itu, dia sendiri. Dengan kebohongan-kebohongannya, kepandaiannya, sehingga dana-dana orang tua digerogoti," tutur Sukoco.

Godaan generasi milenial, Z hingga Alpha bisa dikatakan cukup besar dibanding generasi sebelumnya. Puluhan channel televisi hingga kemudahan akses internet membuat generasi ini mendapat informasi bebas, tanpa tedeng aling-aling.

Mungkin saja perundungan yang dilakukan Bejo dan teman-teman F, juga pembunuhan yang dilakukan Dhio berawal mencontoh dari yang mereka lihat baik dari lingkungan sekitar atau informasi dari internet yang kemudian dia percayai.

Perlu komunikasi,tontonan, dan tuntunan yang baik antara orangtua, pihak sekolah, dan masyarakat sekeliling agar bisa mencegah kasus-kasus serupa. Kadang masih dianggap wajar dan beruntung: jika terluka, untung tidak cacat. Jika cacat, untung tidak meninggal. Jika sampai mengakibatkan kematian tentu ini bukan soal keberuntungan lagi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved