Berita Batang

Nekat Pegang Pantat Tetangga, Lansia di Batang Dibekuk Polisi

Mulyono (67) warga Kedungrejo, Proyonangga Selatan Batang terpaksa harus berurusan dengan Polres) Batang lantaran melakukan pencabulan

Penulis: dina indriani | Editor: olies
Net
Ilustrasi Pencabulan 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Mulyono (67) warga Kedungrejo, Proyonangga Selatan Batang terpaksa harus berurusan dengan pihak Kepolisian Resor (Polres) Batang lantaran melakukan pencabulan terhadap perempuan yang juga tetangganya sendiri.  Tak tanggung-tanggung, lansia ini melakukan aksi pencabulan itu sebanyak dua kali. 

Kapolres Batang, AKBP M Irwan Susanto dalam konferensi pers mengatakan aksi itu diketahui saat korban menceritakannya kepada sang kakak yang kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian melalui call center.

Atas perbuatannya, Mulyono dijerat dengan Pasal 289 KUHP tentang pencabulan dengan hukuman penjara maksimal 9 tahun penjara.

"Dengan bukti dan berbagai kesaksian ahli yang kami kumpulkan, maka kami tetapkan M sebagai tersangka dan telah diamankan," tuturnya, Jumat (2/12/2022).

Baca juga: Bassis Koes Plus John Koeswoyo Meninggal Dunia di RSAL Surabaya

Baca juga: Cuaca Buruk, Jumlah Pendaki Gunung Ungaran Lewati Mawar Camping Ground Kab Semarang Berkurang

Baca juga: Mendag Zulkifil Hasan Pantau Sembako di Semarang, Ini Deretan Komoditas yang Harganya Naik

Kapolres menjelaskan aksi pencabulan itu dilakukan saat korban menumpang mandi di kediaman tersangka lantaran saat itu aliran PDAM mati. Kemudian Mulyono memanfaatkan kesempatan itu untuk melancarkan aksinya.

Pencabulan itu dilakukan tersangka dengan modus hendak melakukan aktivitas di kamar mandi seperti mengambil air untuk berwudhu. Lalu tersangka melancarkan aksinya dengan menggerayangi tubuh korban dari belakang.

"Dari pengakuan korban, tersangka melakukan aksi itu sudah dua kali, pada bulan Oktober dan November, ada tindakan ancaman pada korban untuk tidak teriak dan menceritakan kejadian  itu hingga membuat korban sering murung, melamun dan lebih pendiam," terangnya.

Saat diwawancarai awak media, Mulyono mengaku hanya memegang bagian pantat korban.

"Saya hanya mendorong pantat saat anak itu mau mandi, saya suruh cepat masuk kamar mandi dengan mendorong pantatnya, lalu yang kedua saya hendak wudhu tak suruh duluan mandi, tak pegang pantatnya," tutur Kakek yang bekerja sebagai nelayan itu. (din)
 

--

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved