Berita Semarang
Penyapu Jalan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Terpaksa Libur Imbas Banjir Rob, Surutnya Bisa 3 Hari
Belasan petugas kebersihan dan penyapu jalanan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang terpaksa libur bekerja
Penulis: iwan Arifianto | Editor: muslimah
Informasi yang diterimanya dari petugas pelabuhan air rob sudah naik dari pukul 04.00.
Hingga pukul 08.00, air terus merangkak naik.
"Iya kog naik terus airnya, semoga naiknya tidak terlalu tinggi," bebernya.
Akibat rob, tentu hal itu berdampak terhadap aktivitas pengiriman logistik di pelabuhan.
"Dampak keterlambatan pengiriman itu saja," tuturnya.
Karyawan pabrik PT Grand Best Indonesia itu mengaku, terpaksa harus berjalan kaki sejauh 1 kilometer atau harus ditempuh selama 30 menit.
"Saya sudah 12 tahun bekerja di kawasan ini, sudah sering banjir tapi tahun ini paling sering. Tanggul jebol paling parah," ungkapnya.
Karyawan pabrik Korina Semarang Tyas mengaku, harus jalan kaki sejauh 30 menit untuk sampai di tempatnya bekerja di kawasan Lamicitra.
"Infonya depan pabrik kering, hanya akses masuk sini saja yang kerendam rob," katanya.
Diakuinya, banjir rob bikin pekerja di pelabuhan susah.
"Kalau bisa ya jangan gini lagi," terangnya singkat sembari lekas berjalan kaki.
Informasi dari BMKG Semarang, banjir rob di kawasan pelabuhan Tanjung Emas terjadi akibat tingginya gelombang laut.
Khusus di kawasan pesisir Semarang setinggi 190 sentimeter pada Jumat (2/12/2022) pukul 03.00.
Kondisi itu diperparah dengan hujan intensitas sedang yang guyur kawasan pesisir. (Iwn)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Petugas-kebersihan-terpaksa-libur-akibat-banjir-rob-t-2122022.jpg)