Berita Kudus

Razia Tempat Karaoke di Kudus, Polisi Temukan Purel Masih di Bawah Umur

Sejumlah tempat karaoke diwilayah Kecamatan Jati Kabupaten Kudus dikagetkan dengan kedatangan puluhan petugas kepolisian

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: muslimah
Dok Polres Kudus
Operasi Pekat yang digelar Polres Kudus 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Sejumlah tempat karaoke diwilayah Kecamatan Jati Kabupaten Kudus dikagetkan dengan kedatangan puluhan petugas kepolisian.

Razia didampingi Wakapolres Kudus, Kompol M Adimas, bersama Sat Reskrim Polres Kudus.

Tempat razia salah satunya di Cafe Happy yang berlokasi di Jalan Lingkar Barat Desa Pasuruan Lor, Jati, Kudus.

Baca juga: Tega Cabuli Keponakan Sendiri, Seorang Pria di Wonogiri Ditangkap Polisi

Baca juga: Sandal Jaksa Buat Sidang Obstruction of Justice Pembunuhan Brigadir J Diwarnai Gelak Tawa

Saat dilakukan razia, petugas menemukan 18 pemandu karaoke dan satu diantaranya masih di bawah umur.

Kapolres Kudus AKBP Wiraga Dimas Tama melalui Wakapolres Kudus Kompol M Adimas, mengatakan razia ini merupakan tindak lanjut dari informasi masyarakat via Whatsapp.

“Razia ini menindaklanjuti laporan masyarakat yang menyebutkan di Café Happy masih beroprasi, disamping itu pula memperkerjakan anak dibawah umur,” katanya, Jumat (2/12/2022).

Selain itu, polisi juga mengamankan belasan pemandu karoke atau purel, di tempat karaoke tersebut.

Pihaknya juga menyita satu dus minuman keras berbagai merek.

“Kegiatan seperti ini (Ops Pekat) akan masif dilaksanakan, tidak hanya tempak karaoke saja namun tempat tempat peredaran Miras. Ini merupakan komitmen Polres Kudus dalam menciptakan situasi selalu kondusif,” imbuhnya.

Seperti diketahui, saat ini Polres Kudus sedang rutin melaksanakan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat).

Bahkan bebarapa hari kemarin, Sat Reskrim Polres Kudus berhasil mengungkap Prostitusi Online aplikasi Michat dengan mengamankan pelaku LM (41) dan MR (41) yang merupakan warga Lumajang, Jawa Timur disebuah Kost di Desa Megawon, Jati, Kudus.

Modusnya pelaku membuat akun MiChat, kemudian menawarkan layanan prostitusi kepada pengguna Michat.

Setelah transaksi terjadi kemudian pelaku mendapatkan uang Rp 500 ribu. (Rad)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved