Fokus

Pernikahan Bos Laskar Sambernyawa

Pernikahaan Kaesang berbeda dengan dua kakaknya, Gibran Rakabuming dan Kahiyang Ayu

Penulis: sujarwo | Editor: muslimah
tribunjateng/bram
Sujarwo atau Pak Jarwo wartawan Tribun Jateng 

SIMBOL muasalnya dari bahasa Yunani, symballo. Artinya melempar atau meletakkan bersama-sama dalam satu ide atau gagasan objek yang kelihatan, sehingga objek tersebut mewakili gagasan. Simbol dapat mengantarkan seseorang ke dalam gagasan masa depan maupun masa lalu.

Dari simbol, menginspirasi tentang pernikahan putra bungsu Presiden RI Joko Widodo, yakni Kaesang Pangarep dengan Erina Sofia Gudono pada Sabtu (10/12/2022). Pernikahan digelar di Pendopo Agung Hotel Royal Ambarrukmo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Royal Ambarrukmo milik keluarga Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Dulu, kawasan hotel ini merupakan taman yang digunakan untuk menyambut tamu penting kerajaan.

Sedikit tentang Erina, perempuan kelahiran 11 Desember 1996 di Pennsylvania, AS ini anak ketiga dari empat bersaudara yang tumbuh di Yogyakarta. Ayahnya adalah (almarhum) Prof. Gudono, sosok guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) di UGM yang pernah mengemban berbagai jabatan penting di UGM dan BKR RI.

Sehari usai pernikahan di Ambarukmo, atau 11 Desember yang bertepatan tanggal lahir Erina, acara berlanjut di  Pura Mangkunegaran. Urutannya, ngunduh mantu digelar di rumah dinas Wali Kota Solo Loji Gandrung, dilanjutkan dengan tasyakuran di Pura Mangkunegaran.

Pernikahaan Kaesang berbeda dengan dua kakaknya, Gibran Rakabuming dan Kahiyang Ayu. Keduanya di Graha Saba Buana Solo, gedung milik keluarga Jokowi. Sang ayah beralasan karena Graha Saba sudah keburu dipesan oleh orang lain. Jokowi mengaku tak bisa serta-merta meminta orang lain untuk memindahkan tanggal acaranya.

Itu sangat beralasan, dan memang bagian khas Jokowi. Tapi, bisa saja Kaesang, yang lahir 25 Desember 1994, memilih sendiri Pura Mangkunegaran. Seperti diketahui, Kaesang saat ini pemilik sekaligus direktur utama klub sepakbola Persis Solo. Ia memiliki ambisi besar mengembalikan kejayaan Persis Solo. 

Belum lama menjabat bos Persis Solo, Kaesang sukses mengantar klub tersebut ke Liga 1, divisi elite di sepakbola Indonesia. Sederet prestasi Persis Solo dahulu, antara lain  tujuh kali menjuarai beberapa kompetisi PSSI Perserikatan yaitu pada tahun 1935, 1936, 1939, 1940, 1941, 1942, dan 1943. 

Kembali ke pernikahan Kaesang-Erina, Mangkunegaran mengingatkan pada sosok Raden Mas Said. Pahlawan Nasional ini pendiri Praja Mangkunegaran. Berdirinya Mangkunegaran ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Salatiga antara Sunan Pakubuwono III dengan Raden Mas Said. Perjanjian ini dilakukan tanggal 17 Maret 1757.

Dalam jurnal karya Tahrir Musthofa dkk disebutkan, Raden Mas Said mendapat julukan Pangeran Sambernyawa dari Nicolaas Hartingh, Gubernur VOC. "...karena di dalam peperangan RM Said selalu membawa kematian bagi musuh-musuhnya," tulis jurnal itu. Pangeran Sambernyawa disebut telah memulai perang melawan kekuasaan Belanda sepanjang 16 tahun, bersama Pangeran Mangkubumi, pendiri dan pembangun Keraton Yogyakarta.

Motto tiji tibèh kependekan dari 'mati siji, mati kabèh; mukti siji, mukti kabèh' (gugur satu, gugur semua; sejahtera satu, sejahtera semua). Dengan motto ini, rasa kebersamaan pasukannya terjaga.

Semangat persatuan dan kebersamaan pasukan Pangeran Sambernyawa itulah yang menginspirasi Persis Solo menggunakan julukan Laskar Sambernyawa. Moga saja Kaesang-Erina pun gigih, langgeng selalu bersama dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Yang kelak menginspirasi kawula muda. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved