Berita Regional
Identitas 2 WNA China Korban Tewas Kecelakaan Kereta Teknis Kereta Cepat di Bandung: Shang dan Yung
Kecelakaan kereta teknis kereta cepat Jakarta-Bandung mengakibatkan dua orang tewas
TRIBUNJATENG. COM - Kecelakaan kereta teknis kereta cepat Jakarta-Bandung mengakibatkan dua orang tewas dan empat korban luka-luka.
Dua warga negara asing (WNA) China menjadi korban tewas kecelakaan kereta teknis kereta cepat Jakarta-Bandung.
Identitas dia korban tewas kecelakaan kereta teknis kereta cepat Jakarta-Bandung yakni Chang Shin Shang (40/laki-laki) dan Chang Shin Yung (36/laki-laki).
Menurut informasi, kondisi kereta dari mulai wilayah Kicau Bojong Koneng sudah terlihat dengan kecepatan tinggi sehingga begitu sampai di DK 102.900 wilayah Rt 03/21 Desa Campakamekar kereta tidak tertahan dan lepas dari ujung Rel yang sedang dipasang.
Baca juga: Kecelakaan Kereta Teknis Kereta Cepat di Bandung, Saksi Ungkap Detik-Detik Lokomotif Melesat Keluar
Kereta yg satunya menabrak yang depannya, sehingga terjadi kecelakaan.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaporkan tercatat 6 orang korban dalam kecelakaan kereta teknis (Lokomotif kerja dan mesin pemasang rel) Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) pada Minggu (19/12/2022).
Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, 6 orang korban kecelakaan kereta teknis tersebut terdiri dari 2 orang meninggal dunia, 2 orang luka berat dan 2 orang luka ringan.
"Sampai dengan pernyataan ini dibuat, dilaporkan bahwa terdapat 6 korban yang mencakup 2 korban jiwa, 2 korban luka berat, dan 2 korban luka ringan," kata Adita dalam keterangan tertulis, Senin (19/12/2022).
"Kementerian Perhubungan turut berduka cita atas seluruh pekerja yang sedang bertugas dan menjadi korban dari insiden yang melibatkan kereta kerja dari proyek KCJB yang sedang dikerjakan PT KCIC," sambungnya.
Adita mengatakan, kecelakaan terjadi di daerah Cempaka Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu sore.
Ia mengatakan, lokasi insiden merupakan lokasi Track Laying Kereta Cepat Jakarta-Bandung pada ruas jalur DK 102+309.
Saat ini, kata Adita, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub telah mengerahkan personel untuk mengidentifikasi kecelakaan kereta teknis tersebut.
"Sarana ini merupakan sarana yang dimiliki PT KCIC dan digunakan untuk pembangunan jalur rel dan bukan sarana/kereta yang akan digunakan untuk mengangkut penumpang," ujarnya.
Proyek pembangunan dihentikan sementara
Adita mengatakan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, kegiatan pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan dihentikan sementara untuk dilakukan proses investigasi lebih lanjut.