Berita Banyumas
Warga Wlahar Wangon Banyumas Ubah Limbah Ciu Menjadi Pupuk Cair Organik
Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas dikenal sebagai sentra pembuatan minuman ciu
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas dikenal sebagai sentra pembuatan minuman ciu.
Ciu adalah sejenis minuman beralkohol yang dihasilkan dari proses fermentasi ketela pohon cair yang terbuang dalam proses pembuatan tapai.
Minuman ini biasa ditemui di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas dan menjadi salah satu usaha warga setempat.
Namun, dari olahan minuman ciu itu terdapat limbah dari produksi yang dihasilkan.
Limbah ciu itu dapat berdampak pada lingkungan dalam bentuk pencemaran.
Baca juga: Rifky Pura-pura Kaget Temukan Ponakan Tewas di Kamar Mandi, Ternyata Ia Pelakunya, Motif Terungkap
Baca juga: Kecelakaan Truk Tabrak 3 Ruko, Warung dan Rumah Warga, Sopir Terjepit dan Luka Berat
Oleh karena itu sebagai upaya mengatasi dampak lingkungan, para perajin ciu di Desa Wlahar Wangon berupaya mengelola limbah dari produksi ciu.
Salah satunya adalah menjadi bentuk pupuk cair organik.
Salah satu perajin ciu di Desa Wlahar, Abas Supriadi (40) mengatakan dalam satu liter ciu yang sudah jadi dapat menghasilkan 15 liter sampai 20 liter limbah ciu.
Sedangkan jumlah pengrajin Ciu di Wlahar kurang lebih ada 500 orang.
Sehingga limbah ciu diperkiran bisa mencapai 7.500 liter per hari.
Dia tidak menampik limbah ciu ini berimbas pada lingkungan seperti bau dan air yang tercemar.
"Maka dari itu, ada upaya agar limbah tersebut dimanfaatkan.
Yaitu digunakan pupuk organik," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (20/12/2022).
Abas telah melakukan uji coba, hanya saja memang belum terlihat hasilnya.
Adapun cara pembuatannya cukup sederhana.