Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Kronologi Aiptu Ruslan Ditusuk Sangkur Bawahannya hingga Meninggal, Bripka WF Akhirnya Tertangkap

Aiptu Ruslan meregang nyawa setelah ditusuk sesama polisi. Peristiwa berdarah itu terjadi di komplek Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau

Editor: muslimah
Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda
Pemakaman Aiptu Ruslan, polisi di Riau yang tewas akibat ditikam rekan sesama polisi, Rabu (21/12/2022). Almarhum berencana berangkat umrah ke tanah suci pada Februari 2023 mendatang. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKANBARU - Aiptu Ruslan meregang nyawa setelah ditusuk sesama polisi.

Peristiwa berdarah itu terjadi di komplek Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau, Selasa (20/12/2022) malam.

Sebelum penusukan, keduanya sempat terlibat perkelahian.

Pelaku melarikan diri setelah menusuk Aiptu Ruslan.

Namun saat ini ia sudah ditangkap.

Baca juga: Sah! Daftar Harga BBM Pertamina Lengkap Se-Indonesia per 22 Desember 2022, Ini Harga di Jateng

Baca juga: Ivonne Kontestan Indonesian Idol 2023 Berhasil Balas Gombalan, Dikta: Baru Kali Ini Ada Lawannya

Pelaku, yakni Bripka WF belum bisa dimintai keterangan setelah berhasil diamankan, Rabu (21/12/2022) siang kemarin.

Pelaku WF melakukan penikaman terhadap seniornya sesama anggota Polri, Aiptu Ruslan dengan sebilah sangkur, pada Selasa (20/12/2022) malam.

Hal ini diduga dipicu lantaran Bripka WF tak terima ditegur korban.

Usai melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri. Ia sempat dinyatakan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sebelum akhirnya berhasil diamankan.

"Berkat upaya yang dilakukan tim yang dibentuk Bapak Kapolda Riau, terdiri dari Polres Kampar dan Polda Riau, kemarin berhasil melakukan pendekatan terhadap keluarga pelaku. Kebetulan juga ada salah satu adik pelaku adalah anggota polisi di Polresta Pekanbaru," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, Kamis (22/12/2022).

Pelaku diketahui bersembunyi di rumah orang tuanya.

"Berkat upaya pendekatan kemanusiaan yang berhasil dilakukan, kemarin pelaku WF berhasil kita temukan dan diantar oleh tim dan keluarga, menyerahkan diri ke Polda Riau untuk dilakukan proses hukum selanjutnya," terang Kombes Sunarto.

Kendati sudah berhasil diamankan, diterangkan Kabid Humas, pelaku belum bisa dimintai keterangan karena kondisi yang belum memungkinkan.

"Hingga tadi malam yang bersangkutan belum bisa dimintai keterangan karena kondisi psikologisnya yang masih labil," ujarnya.

"Akan segera kita lakukan pemeriksaan secara psikologis," imbuh Perwira Menengah berpangkat bunga melati tiga di pundak itu.

Kombes Sunarto mengungkap, polisi juga berhasil menyita barang bukti sangkur yang digunakan pelaku untuk menikam korban.

Informasi dihimpun, kronologis kejadian bermula saat Aiptu Ruslan, sekira pukul 15.45 WIB, datang ke penjagaan SPN memanggil pelaku untuk melaksanakan apel.

Saat itu, korban bertanya kepada pelaku yang merupakan Bamin Gadik SPN Polda Riau, kenapa tidak ikut apel.

Pelaku beralasan, dirinya memang diminta berjaga oleh seorang perwira di penjagaan tersebut.

Aiptu Ruslan lalu menyuruh Bripka WF untuk push up. Namun permintaan itu ditolak oleh Bripka WF.

Selisih paham antara keduanya sempat dilerai oleh personel lain.

Aiptu Ruslan kemudian pergi untuk mengikuti apel.

Selanjutnya, perwira penjagaan memanggil Bripka WF dan meminta senjata revolver inventaris agar diserahkan. Bripka WF juga diminta pulang.

Sekitar pukul 19.15 WIB, Bripka WF datang kembali ke SPN Polda Riau bersama kedua orang tuanya dan adiknya.

Bripka WF mencoba menghadap kepada unsur pimpinan di SPN Polda Riau. Namun ternyata ia merasa tidak puas.

Pelaku lantas berlari menuju ke penjagaan dan bertemu korban. Sempat terjadi perkelahian antara keduanya.

Sejurus kemudian, pelaku mengeluarkan sangkur dan menikam korban yang mengenai bagian dada kiri dan rusuk kiri korban.

Akibat kejadian ini, korban jatuh ke tanah.

Sementara pelaku, kabur menggunakan sepeda motor.

Terkait kejadian ini, dibenarkan oleh Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal melalui Kabid Humas Kombes Pol Sunarto.

Pelaku langsung diburu tim Polres Kampar dibackup Polda Riau.

"Kapolda Riau memastikan pelaku akan ditindak tegas dan diproses sesuai hukum yang berlaku," tegas Kombes Sunarto.

( Tribunpekanbaru.com)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved