Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Cuaca Ekstrem

Dampak Cuaca Ekstrem Nelayan Takut Melaut, TPI Morodemak Satu Minggu Tidak Beroperasi

Selama satu minggu Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Morodemak yang berada di Desa Purworejo, Kecamatan Bonang tutup.

Penulis: Tito Isna Utama | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG/Tito Isna Utama.
Suasana TPI Morodemak Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah yang terlihat sepi. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Selama satu minggu Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Morodemak yang berada di Desa Purworejo, Kecamatan Bonang tutup, lantaran tidak ada nelayan yang berani melaut karena cuaca ekstrim.

Saat tribunjateng.com di lokasi, terlihat tidak ada satu kapal yang berlabuh di dekat TPI dan tidak ada aktifitas jual beli.

Di lokasi hanya terlihat ember ataupun tong tempat ikan yang kosong berjejer dan bertumpuk di TPI Morodemak.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Ekstrem di Jateng Dalam Sepekan Kedepan dari BMKG Kota Semarang Termasuk

Baca juga: Kisah Pilu Nelayan Demak Tak Punya Pendapatan Selama Seminggu Imbas Cuaca Ekstrem

Diketahui bahwa TPI Morodemak sudah tidak beroperasi semenjak cuaca ekstrim yang datang pada satu minggu terakhir.

Para nelayan lebih melihat untuk berdiam diri di rumah, daripada harus memaksakan diri untuk melaut.

Demikian yang disampaikan, satu Pengendara Becak Motor (Bentor) Wajito kepada Tribunjateng, Rabu (28/12/2022).

Menurutnya TPI Morodemak tidak beroperasi karena nelayan takut melaut.

"Sudah hampir satu minggu, semenjak angin besar itu tidak ada nelayan. Kapal juga sepi dan para nelaya lebih memilih dirumah saja daripada melaut," kata Wajito.

Ia menyampaikan ketika cuaca tidak ekstrim, TPI Morodemak pasti terlihat banyak kapal yang bersender dan banyak yang melakukan jual beli ikan hasil tangkapan nelayan.

"Ini sepi, kalau pas rame yah rame banget dipenuhi kapal yang habis melaut dari ujung dermaga dipenuhi kapal," ujarnya.

Hal serupa disampaikan Roni satu di antara nelayan yang memilih untuk tidak melaut karena tingginya gelombang disertai angin kencang.

"Sudah satu minggu tidak beroperasi TPI, karena ini gelombang besar dan angin kencang saya tidak melaut," kata Roni.

Ia menyampaikan hampir satu minggu tidak memiliki pendapatan sama sekali, lantara tidak melaut.

"Yah tidak ada pendapatan ngaggur yah ngaggur tidak ada pendapatan sama sekali," jelasnya. (ito)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved