Berita Semarang
Adu Argumen Pemerintah Vs Akademisi Soal Banjir Semarang Desember 2022
Mila Karmila, mengatakan, banjir besar yang terjadi di Semarang disebabkan oleh perubahan tata guna lahan yang terjadi cukup signifikan
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Banjir yang mengepung Kota Semarang bukan barang baru lagi.
Kondisi ini terus berulang kendati BMKG sudah mewanti-wanti akhir tahun ini terjadi cuaca ekstrem.
Menurut menurut Pakar Lingkungan dan Tata Kota Unissula Semarang, Mila Karmila, mengatakan, banjir besar yang terjadi di Semarang disebabkan oleh perubahan tata guna lahan yang terjadi cukup signifikan di wilayah atas.
Tangkapan udara yang diambil tahun 2020 terlihat sudah ada banyak kawasan permukiman.
"Seharusnya tidak ada pembangunan masif di wilayah atas sebagai tangkapan air karena bisa menyebabkan banjir di kawasan bawah," terangnya, Sabtu (31/12/2022).
Selain itu, kata dia, pemeliharaan seluruh sistem drainase di kota Semarang tidak berjalan baik.
Padahal perbaikan sistem drainase sudah dilakukan besar-besaran di kota Semarang seperti di Simpang Lima, Gajah Mada, Thamrin dan lainnya.
"Seharusnya selalu ada perawatan, setiap membangun itu harus ada pemeliharaan, hal itu seringkali tidak berjalan," tuturnya.
Ia meminta Pemkot Semarang sepatutnya memperhatikan imbauan BMKG ketika memberikan warning.
Ketika keluar prakiraan cuaca ekstrem harus disikapi dengan mempersiapkan drainase mulai dari membersihkan sampahnya.
"Banjir ini tidak pertama kali, maka seharusnya sudah ada penangan berpatokan kepada imbauan BMKG," tuturnya.
Terpisah , Sekda Kota Semarang sekaligus Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Semarang, Iswar Aminudin, menuturkan, banjir di Kota Semarang diakibatkan daratan relatif flat maka air harus menunggu antrean masuk stasiun pompa di berbagai titik.
Selain itu, banjir di akhir tahun ini, ada dua luapan dari Kali Semarang dan muka air laut juga tinggi.
"Pekerjaan dua, air laut dan air kali.Semoga malam ini semua bisa surut," katanya kepada Tribun.
Ia mengklaim, selepas 20 menit hujan berhenti maka banjir akan surut.
Sebab, sistem drainase dan pompa di kota Semarang sudah berjalan dengan baik.
"Sistem drainase di perkotaan sudah tidak ada persoalan lagi tinggal daerah hilir yang perlu dibenahi," tuturnya.
Terkait pembangunan masif di Semarang atas, Ia menyebut, pembangunan di daerah atas harus ada tata kelola air yang bagus.
Pengembangan perumahan di wilayah atas seharusnya air permukaan sudah tidak ada sehingga semua air sudah masuk ke tanah. "Kebijakan itu yang akan dilakukan ke depan," terangnya. (Iwn)
Baca juga: Cara Gampang Convert Teks Bahasa Asing Jadi Audio di Google Lens, Belajar Bahasa Lebih Mudah
Baca juga: Sindikat Komplotan Copet Asal Surabaya di Gebyar Akhir Tahun Wonosobo Dibekuk Polres Wonosobo
Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia Vs Filipina, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Garuda Agar Lolos ke Semifinal
Baca juga: Viral Chat Diduga Ibunda Norma Risma Minta Maaf ke Putrinya Seusai Selingkuh dengan Menantu